Video

Berita LPDS

Konvensi Demokrat di TVRI

Oleh ATMAKUSUMAH ASTRAATMADJA
Ramai-ramai tentang penolakan terhadap siaran Konvensi [ ... ]

Other Articles
Baner
Baner
Baner

Foto

Kliping Berita

Atmakusumah: Pers Harus Lebih Teratur Menulis Papua

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Wartawan senior pemenang anugerah Ramon Magsaysay tahun 2000 dan salah  [ ... ]

Other Articles
    Baner
    Baner
    Baner
    Baner
    Baner
    Baner
    Baner
    Filosofi "wine" diplomasi pers Sabam Siagian
    Ditulis oleh Administrator   
    Sabtu, 04 Juni 2016 16:32
    Filosofi
    Sabam Pandapotan Siagian (1932-2016). (Repro buku "Perenungan dan Pemikiran Sabam P. Siagian)
    Profesi tanpa filiosofi akan hampa, hanya sekadar jadi pekerja."

    Jakarta (ANTARA News) - "Wartawan harus terdidik secara baik. Well educated." Kalimat dwi bahasa ini bakal tak terucap lagi dari sang empunya. Sabam Pandapotan Siagian wafat di Rumah Sakit Siloam Semanggi Jakarta, Jumat (3/6), setelah sekian lama mengalami gagal ginjal.

    Pak Sabam atau Excellency Siagian, demikian sapaan akrabnya di kalangan pers dan diplomat, tidak pernah bosan menyampaikan nasehat itu dalam berbagai kesempatan berbincang dengan sejawat jurnalisme, terutama wartawan lebih muda. Baginya bukan sekadar pendapat biasa, namun cermin perjalanan hidup yang dilalui.

    Selanjutnya...
     
    Adinegoro, jujur pada diri dan profesi
    Ditulis oleh Priyambodo RH   
    Selasa, 09 Februari 2016 12:58

    Adinegoro, jujur pada diri dan profesi
    Simbol Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang menjadi penghargaan tertinggi lomba karya jurnalistik pers nasional untuk menghargai sosok wartawan multitalenta Djamaluddin Adinegoro Gelar Datuk Madjo Sutan. (pwi.or.id/adinegoro)
    Buku 'Falsafah Ratu Dunia' dari Adinegoro itu babonnya buku jurnalisme di Indonesia."

    Jakarta (ANTARA News) - "Hanya ada satu mata uang yang berlaku di mana-mana. Bukan Gulden Negeri Belanda, bukan Deutche Mark Jerman, bukan Poundsterling Inggris, dan bukan pula Dolar Amerika. Mata uang itu bernama kejujuran."

    Untaian kalimat di atas merupakan rangkuman catatan perjalanan jurnalistik Adinegoro (1904—1967) saat menjelajahi Benua Eropa mulai medio 1926 di usia 22 tahun. Pria bernama lahir Djamaluddin Gelar Datuk Madjo Sutan itu rajin mengirimkan artikelnya ke sejumlah media di Indonesia, terutama ke Pandji Poestaka dan Pewarta Deli.

    Kejujuran. Tabiat ini menjadi hal penting bagi Adinegoro, secara pribadi maupun profesinya. Meminjam pemikiran filsuf Jerman, Arthur Schopenhauer (1788 – 1860) yang banyak menelaah estetika-moralitas dan psikologi, maka catatan Adinegoro mengenai kejujuran bukanlah tabiat sesaat. Melainkan, tabiat yang lahir, terdidik dan terbentuk lingkungan, serta terwujud dalam perilaku sekaligus karya.

    Selanjutnya...
     
    Kompetensi perusahaan pers dan wartawan Indonesia?
    Ditulis oleh Priyambodo RH   
    Selasa, 09 Februari 2016 12:53
    Dokumen foto uji kompetensi wartawan di Jakarta. Ujian ini untuk menilai tingkat kesadaran/etik, pengetahuan dan keterampilan wartawan.

    Jakarta (ANTARA News) - "Saya bangga bisa menjadi wartawan kompeten. Namun, saya akan lebih bangga kalau bos dan perusahaan bisa menghargai wartawannya yang kompeten," catat Hans, wartawan di salah satu media cetak Papua.

    Hans mengungkapkan hal itu selepas mengetahui dirinya dinyatakan kompeten saat mengikuti uji kompetensi wartawan berdasarkan aturan Dewan Pers nomor 1/Peraturan-DP/II/2010. Ia tentu saja berbangga hati dan diri lantaran kompetensinya bisa menyamai wartawan muda di media manapun di Indonesia.

    Selanjutnya...
     
    LPDS adakan lomba tulis perubahan iklim. Hadiah Dua Tiket ke Paris
    Ditulis oleh Administrator   
    Kamis, 25 Juni 2015 14:55

    Jakarta - Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) di Jakarta dengan gembira mengumumkan lomba tulis perubahan iklim bagi para wartawan alumni lokakarya Meliput Perubahan Iklim (MPI). Lomba ini merupakan kerjasama  LPDS dan Kedutaan Kerajaan Norwegia.

    Hadiah lomba ialah tiket untuk dua wartawan meliput Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Paris (COP 21) 30 November – 10 Desember 2015.
    Karya tulis yang telah diunggah ke dalam laman ClimateReporter di situs LPDS (www.lpds.or.id) otomatis masuk lomba. Selain itu, peserta dapat mengirim karya yang telah dimuat di media cetak atau dalam jaringan (daring/online) sejak 1 Januari 2015. Karya yang baru dapat juga dikirim dengan batas waktu 31 Juli.  Karya yang telah dimuat di media dipandang memenuhi syarat lomba bila layak muat di ClimateReporter.

    Selanjutnya...
     
    LPDS adakan lomba tulis perubahan iklim. Hadiah Dua Tiket ke Paris
    Ditulis oleh Administrator   
    Kamis, 25 Juni 2015 00:00

    Jakarta - Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) di Jakarta dengan gembira mengumumkan lomba tulis perubahan iklim bagi para wartawan alumni lokakarya Meliput Perubahan Iklim (MPI). Lomba ini merupakan kerjasama  LPDS dan Kedutaan Kerajaan Norwegia.

    Hadiah lomba ialah tiket untuk dua wartawan meliput Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Paris (COP 21) 30 November – 10 Desember 2015.
    Karya tulis yang telah diunggah ke dalam laman ClimateReporter di situs LPDS (www.lpds.or.id) otomatis masuk lomba. Selain itu, peserta dapat mengirim karya yang telah dimuat di media cetak atau dalam jaringan (daring/online) sejak 1 Januari 2015. Karya yang baru dapat juga dikirim dengan batas waktu 31 Juli.  Karya yang telah dimuat di media dipandang memenuhi syarat lomba bila layak muat di ClimateReporter.

    Selanjutnya...
     
    Kompetensi Wartawan dalam Pemberitaan Pemilu
    Ditulis oleh Administrator   
    Rabu, 04 Juni 2014 17:43

    Oleh Priyambodo RH *)

    ANTARA Foto Pilpres 2014

    Redaksi perusahaan pers nasional sepanjang tahun 2014 agaknya tidak akan kehabisan bahan berita menarik, karena paling tidak akan ada dua pesta demokrasi di negeri ini –pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan Pemilu Presiden-- serta perhelatan Piala Dunia di Brazil.

    Selanjutnya...
     
    Reporting on mudslides to disappearing islands
    Ditulis oleh Administrator   
    Senin, 14 April 2014 17:07

    Jakarta - In Batam, toxic waste is polluting water wells and causing skin irritation among residents. In North Sumatra tea estates are pushed aside by oil palm plantations. In Jayapura, this capital of Papua province has the shape of a deep frying pan and is prone to floods. Rain transforms the sand-ingrained soil of the surrounding slopes into mudslides.

    In Palangkaraya, Central Kalimantan, a community on the bank of the Kahayan River are troubled by floods caused by their own uncollected garbage. In Samarinda, East Kalimantan, coal mining has afflicted pain to one community. In South Sumatra, land use change of paddy fields into palm plantations is threatening a village known as a rice granary.

    Selanjutnya...
     
    Peserta lokakarya meliput banjir lumpur hingga pulau terancam hilang
    Ditulis oleh Administrator   
    Senin, 14 April 2014 17:04

    (Berita LPDS) - Di Batam,  limbah beracun mencemari air sumur sehingga penduduk menderita kulit gatal. Di Sumatera Utara perkebunan teh digeser perkebunan kelapa sawit. Di Jayapura, ibukota provinsi Papua ini berbentuk kuali dan rentan banjir. Hujan mengubah tanah berupa pasir di lereng bukit di sekeliling kota menjadi banjir lumpur.

    Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, penduduk bantaran Sungai Kahayan semakin menderita banjir karena sampah tidak diurus. Di Samarinda, Kalimantan Timur, tambang batubara membuat penduduk satu kawasan menderita. Di Sumatera Selatan, alih fungsi sawah menjadi kebun sawit mengancam sebuah desa lumbung padi.

    Selanjutnya...
     

    Atma Menjawab

    Bahasa Media

    Kajian Media

    Pernyataan Dramatis Jokowi di Papua dan Kebebasan Pers

    article thumbnail

    Oleh ATMAKUSUMAH

    Untuk kesekian kali sejak sebelum dan sesudah menjabat presiden, Joko Widodo mengeluarkan pernyataan dramatis yang mencerminkan hasrat untuk mendorong keterbukaan ketika menilai suatu peristiwa dan masalah dalam masyara [ ... ]

    Jajak Pendapat

    Dewan Pers telah mengesahkan Standar Kompetensi Wartawan yang memuat aturan tentang Uji Kompetensi Wartawan sebagai bentuk sertifikasi untuk wartawan. Apakah saudara MENDUKUNG atau TIDAK MENDUKUNG sertifikasi untuk wartawan?
     

    Buku

    Beasiswa