Video

Berita LPDS

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Foto

Kliping Berita

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Adinegoro, jujur pada diri dan profesi
Ditulis oleh Priyambodo RH   
Selasa, 09 Februari 2016 12:58

Adinegoro, jujur pada diri dan profesi
Simbol Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang menjadi penghargaan tertinggi lomba karya jurnalistik pers nasional untuk menghargai sosok wartawan multitalenta Djamaluddin Adinegoro Gelar Datuk Madjo Sutan. (pwi.or.id/adinegoro)
Buku 'Falsafah Ratu Dunia' dari Adinegoro itu babonnya buku jurnalisme di Indonesia."

Jakarta (ANTARA News) - "Hanya ada satu mata uang yang berlaku di mana-mana. Bukan Gulden Negeri Belanda, bukan Deutche Mark Jerman, bukan Poundsterling Inggris, dan bukan pula Dolar Amerika. Mata uang itu bernama kejujuran."

Untaian kalimat di atas merupakan rangkuman catatan perjalanan jurnalistik Adinegoro (1904—1967) saat menjelajahi Benua Eropa mulai medio 1926 di usia 22 tahun. Pria bernama lahir Djamaluddin Gelar Datuk Madjo Sutan itu rajin mengirimkan artikelnya ke sejumlah media di Indonesia, terutama ke Pandji Poestaka dan Pewarta Deli.

Kejujuran. Tabiat ini menjadi hal penting bagi Adinegoro, secara pribadi maupun profesinya. Meminjam pemikiran filsuf Jerman, Arthur Schopenhauer (1788 – 1860) yang banyak menelaah estetika-moralitas dan psikologi, maka catatan Adinegoro mengenai kejujuran bukanlah tabiat sesaat. Melainkan, tabiat yang lahir, terdidik dan terbentuk lingkungan, serta terwujud dalam perilaku sekaligus karya.

Selanjutnya...
 
Kompetensi perusahaan pers dan wartawan Indonesia?
Ditulis oleh Priyambodo RH   
Selasa, 09 Februari 2016 12:53
Dokumen foto uji kompetensi wartawan di Jakarta. Ujian ini untuk menilai tingkat kesadaran/etik, pengetahuan dan keterampilan wartawan.

Jakarta (ANTARA News) - "Saya bangga bisa menjadi wartawan kompeten. Namun, saya akan lebih bangga kalau bos dan perusahaan bisa menghargai wartawannya yang kompeten," catat Hans, wartawan di salah satu media cetak Papua.

Hans mengungkapkan hal itu selepas mengetahui dirinya dinyatakan kompeten saat mengikuti uji kompetensi wartawan berdasarkan aturan Dewan Pers nomor 1/Peraturan-DP/II/2010. Ia tentu saja berbangga hati dan diri lantaran kompetensinya bisa menyamai wartawan muda di media manapun di Indonesia.

Selanjutnya...
 
FRANS SEDA JOURNALISM COMPETITION
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 12 Januari 2016 06:53

INFO LPDS - Atma Jaya Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (Dewan Pers) menyelenggarakan kompetisi jurnalistik dengan kategori karya tulis dan karya video televisi. Panitia mengundang wartawan Indonesia untuk mengirimkan karya jurnalistik seputar tokoh lokal yang inspiratif di bidang pendidikan dan kemanusiaan.

Pengiriman karya jurnalistik paling lambat 31 Januari 2016. Untuk keterangan lebih lanjut terdapat di dalam poster di bawah ini. Bisa juga mengakses www.atmajaya.ac.id atau menghubungi kantor LPDS, telp. (021) 3459838, 3840835*

 

 

 

Atma Menjawab

Bahasa Media

Kajian Media

Pernyataan Dramatis Jokowi di Papua dan Kebebasan Pers

article thumbnail

Oleh ATMAKUSUMAH

Untuk kesekian kali sejak sebelum dan sesudah menjabat presiden, Joko Widodo mengeluarkan pernyataan dramatis yang mencerminkan hasrat untuk mendorong keterbukaan ketika menilai suatu peristiwa dan masalah dalam masyara [ ... ]

Jajak Pendapat

Dewan Pers telah mengesahkan Standar Kompetensi Wartawan yang memuat aturan tentang Uji Kompetensi Wartawan sebagai bentuk sertifikasi untuk wartawan. Apakah saudara MENDUKUNG atau TIDAK MENDUKUNG sertifikasi untuk wartawan?
 

Buku

Beasiswa