Klinik Menulis tentang Perubahan Iklim

Posted in Berita LPDS

Selama dua hari, peserta membedah persoalan perubahan iklim. Mereka juga melakukan praktik menulis didampingi tiga pemateri yaitu Priyambodo RH (Direktur Eksekutif LPDS), Warief Djajanto Basorie (Pengajar LPDS), Verena Puspawardani (Campaign Coordinator Climate & energy Programme WWF-Indonesia), dan Leony Aurora (Center for International Forestry Research/CIFOR).

Warief Djajanto di dalam makalahnya menjelaskan, dalam meliput perubahan iklik, wartawan tidak cukup menulis dengan rumus standar 5W + 1H. Laporan tentang perubahan iklim harus punya dua kualitas, yaitu daya gereget (compelling) dan dampak (impact).

Daya gereget berarti berita yang dibuat menimbulkan semangat ingin tahu. “Wartawan membangkitkan audiens untuk berpikir,” ungkapnya.

Sedangkan berita yang memiliki dampak berarti mampu mendorong orang untuk berbuat sesuatu, bahkan sampai mengubah perilaku. (red)