ClimateReporter

Puluhan ton limbah B3 terdampar di pantai Pasir Panjang

Ditulis oleh Yashinta. Posted in ClimateReporter

Laporan Yashinta, Harian Batam Pos, Batam
Penulis adalah peserta lokakarya Meliput Perubahan Iklim LPDS di Batam Jan 2013. Karya ini dimuat Batampos.co.id 11 Agustus 2016


BATAM (BP) - Masyarakat Pasir Panjang Kelurahan Rempang Cate, Galang mulai khawatir. Sebab, puluhan ton limbah B3 (bahan bahaya dan beracun) mengendap di sepanjang bibir pantai daerah tersebut. Mirisnya, hal itu telah berlangsung sejak bertahun tahun lalu.

Ketua RW 03 Pasir Panjang Sarwik mengatakan setiap tahunnya bibir pantai Pasir Panjang selalu mendapat kiriman limbah B3. Kiriman limbah dari bagian utara Batam itu terus berlangsung mulai bulan November hingga Januari dan terjadi setiap tahunnya.

"Bulan dua, limbah itu mengendap di pasir. Kemudian masuk ke dalam pasir dan mengendap disana sampai air pasang. Bahkan limbah itu dibuang ke dalam karung" kata Sarwik kepada wartawan,  Rabu (10/8)

Menurut dia, masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan mulai merasakan dampak dari limbah B3. Karena jaring dan kelong mereka kerap terkena limbah tersebut. Bahkan banyak ikan di daerah sana yang mati.

Kumpulan karya nonfiksi & esai terbaik: El Nino Sampai Titik Nol

Ditulis oleh Jogi Sirait. Posted in ClimateReporter

Karya Jogi Sirait, koresponden majalah berita mingguan Gatra di Jambi

Penulis adalah peserta lokakarya Meliput Perubahan Iklim LPDS di Kota Jambi Oktober 2012. Kumpulan karya ini dimuat dalam newsletter Bacaan Malam Maret 2016

 


 

Foto: Wikipedia

Oleh Jogi Sirait
Seorang jurnalis yang bertahan dari kepungan kabut asap di Jambi, mencari tahu kenapa pemerintah langsam menangani bencana ini.

Pada awalnya,
kuping saya masa bodoh terhadap kabar berita dari istri saya, Riana (33) pada sebuah sore, Juli 2015. Dia cerita bahwa badai El Nino, mulai akhir Juli sampai Desember 2015, siap mengancam Sumatra, terutama Jambi dan Bengkulu. Bahasa sederhananya, kemarau panjang.

Nada suara Riana datar. Dia ngomong sambil berselonjor kaki di pojok ruang tengah rumah kami di pinggiran Kota Jambi. Perutnya mulai bertian dua bulan, mengandung calon anak kami yang ketiga. Dokter kandungan langganan kami selalu mengingatkan agar Riana menaikkan bobot badan.

Saya kira kemarau paling banter hanya sebulan.

Dewi Berjempol Hijau Asrikan Medan

Ditulis oleh Amir Hamzah. Posted in ClimateReporter

Laporan Amir Hamzah, koresponden SCTV Indosiar Samarinda
Penulis adalah peserta lokakarya Meliput Daerah Ketiga Angkatan Ketiga (MDK III) LPDS. Amir mendapat tugas ke Sumatra Utara 20 – 24 Agustus 2015. Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim diselenggarakan Lembaga Pers Dr Soetomo dan Kedutaan Norwegia 19 – 27 Agustus 2015


Medan, SCTV/ClimateReporter - Hajjah Dewi Budiati,53, contoh dari sedikit isteri orang mampu.  Wanita berumur 53 tahun dan beranak lima ini isteri seorang pemilik perusahaan media cetak terbesar di Medan.   Pasalnya, meski memiliki berbagai fasilitas dan hidup berkecukupan,  wanita ini  relawan lingkungan demi kelangsungan hidup manusia di masa mendatang.

Dewi  biasa disapa Kak Ros. Ia ditemui di kediamannya di Jalan Teruna Jasa Said, Medan. Bagian dalam rumah ditata rapi dengan ornamen bahan bekas kertas koran.
Sayang keindahan rumah tersebut tidak terlalu lama bisa dinikmati.Kak Ros buru-buru mengajak pergi ke kantor camat Amplas, salah satu tempat yang sudah dihijaukannya. Sepanjang perjalanan itulah, wawancara bersama Kak Ros mulai mengalir.

"Bumi ini harus diselamatkan dan orang yang paling tepat itu adalah kita para penghuninya," kata Kak Ros.

Awal mula "kegilaannya" pada alam ini dari ajakan teman-teman yang tergabung di sebuah organisasi lingkungan untuk kemudian ditinggalkan karena tidak cocok pandangan. Kak Ros menilai, organisasi lingkungan adalah lembaga independen yang tidak bisa disetir oleh siapapun.
Karenanya, saat mendapati organisasi semacam itu Kak Ross langsung pergi menjauh.

Profil: Petani Inovatif di Lahan Gambut

Ditulis oleh Jeane Rondonuwu. Posted in ClimateReporter

Laporan Jeane Rondonuwu, Sulutdaily.com, Manado

Penulis adalah peserta Lokakarya Meliput Daerah Ketiga Angkatan Keempat (MDK IV). Jeane mendapat tugas ke  Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah, 24-28 Agustus 2016. Lokakarya diselenggarakan Lembaga Pers Dr. Soetomo dan Kedutaan Norwegia 23 – 31 Agustus 2016

 

‘’ Kebun kami berhasil lolos dari kebakaran, ’’ kata Berson S.Pd  sembari memantau hasil penyadapan karet di kebun Kelompok Tani Panega,  sekitar 1 kilometer dari jalan raya Desa Jabiren, Kabupaten Pulangpisau. Suami Sukarti ini bersyukur, meski harga karet kini anjlok hingga 5.500 rupiah per kilogram,  tapi kebun seluas 1.500 hektare berhasil  lolos dari jilatan lidah api 2015 lalu.

 

Berson SPd bersama Anggota Kelompok Tani Panenga yang sedang menyadap karet. Foto Jeane Rondonuwu

Desa Jabiren, Kalimantan Tengah, Sulutdaily.com/ClimateReporter -  Anggota kelompok tersisa  45 kepala keluarga. Tetapi mereka terlihat tetap ulet  menjaga  lahan perkebunan di Kalimantan Tengah yang digarap sejak 2002.

“Saat Kelompok Tani Panenga dibentuk jumlah anggotanya 162 kepala keluarga, tapi mereka satu persatu mengundurkan diri,’’ kata Berson SPd .