ClimateReporter

Dewi Berjempol Hijau Asrikan Medan

Ditulis oleh Amir Hamzah. Posted in ClimateReporter

Laporan Amir Hamzah, koresponden SCTV Indosiar Samarinda
Penulis adalah peserta lokakarya Meliput Daerah Ketiga Angkatan Ketiga (MDK III) LPDS. Amir mendapat tugas ke Sumatra Utara 20 – 24 Agustus 2015. Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim diselenggarakan Lembaga Pers Dr Soetomo dan Kedutaan Norwegia 19 – 27 Agustus 2015


Medan, SCTV/ClimateReporter - Hajjah Dewi Budiati,53, contoh dari sedikit isteri orang mampu.  Wanita berumur 53 tahun dan beranak lima ini isteri seorang pemilik perusahaan media cetak terbesar di Medan.   Pasalnya, meski memiliki berbagai fasilitas dan hidup berkecukupan,  wanita ini  relawan lingkungan demi kelangsungan hidup manusia di masa mendatang.

Dewi  biasa disapa Kak Ros. Ia ditemui di kediamannya di Jalan Teruna Jasa Said, Medan. Bagian dalam rumah ditata rapi dengan ornamen bahan bekas kertas koran.
Sayang keindahan rumah tersebut tidak terlalu lama bisa dinikmati.Kak Ros buru-buru mengajak pergi ke kantor camat Amplas, salah satu tempat yang sudah dihijaukannya. Sepanjang perjalanan itulah, wawancara bersama Kak Ros mulai mengalir.

"Bumi ini harus diselamatkan dan orang yang paling tepat itu adalah kita para penghuninya," kata Kak Ros.

Awal mula "kegilaannya" pada alam ini dari ajakan teman-teman yang tergabung di sebuah organisasi lingkungan untuk kemudian ditinggalkan karena tidak cocok pandangan. Kak Ros menilai, organisasi lingkungan adalah lembaga independen yang tidak bisa disetir oleh siapapun.
Karenanya, saat mendapati organisasi semacam itu Kak Ross langsung pergi menjauh.

Profil: Petani Inovatif di Lahan Gambut

Ditulis oleh Jeane Rondonuwu. Posted in ClimateReporter

Laporan Jeane Rondonuwu, Sulutdaily.com, Manado

Penulis adalah peserta Lokakarya Meliput Daerah Ketiga Angkatan Keempat (MDK IV). Jeane mendapat tugas ke  Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah, 24-28 Agustus 2016. Lokakarya diselenggarakan Lembaga Pers Dr. Soetomo dan Kedutaan Norwegia 23 – 31 Agustus 2016

 

‘’ Kebun kami berhasil lolos dari kebakaran, ’’ kata Berson S.Pd  sembari memantau hasil penyadapan karet di kebun Kelompok Tani Panega,  sekitar 1 kilometer dari jalan raya Desa Jabiren, Kabupaten Pulangpisau. Suami Sukarti ini bersyukur, meski harga karet kini anjlok hingga 5.500 rupiah per kilogram,  tapi kebun seluas 1.500 hektare berhasil  lolos dari jilatan lidah api 2015 lalu.

 

Berson SPd bersama Anggota Kelompok Tani Panenga yang sedang menyadap karet. Foto Jeane Rondonuwu

Desa Jabiren, Kalimantan Tengah, Sulutdaily.com/ClimateReporter -  Anggota kelompok tersisa  45 kepala keluarga. Tetapi mereka terlihat tetap ulet  menjaga  lahan perkebunan di Kalimantan Tengah yang digarap sejak 2002.

“Saat Kelompok Tani Panenga dibentuk jumlah anggotanya 162 kepala keluarga, tapi mereka satu persatu mengundurkan diri,’’ kata Berson SPd .

Akar Konflik di Bumi Sriwijaya

Ditulis oleh Hairil Hiar. Posted in ClimateReporter

 

Laporan Hairil Hiar, liputan6.com, Ternate

Penulis adalah peserta Lokakarya Meliput Daerah Ketiga Angkatan Keempat (MDK IV). Hairil mendapat tugas ke  Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 24-28 Agustus 2016. Lokakarya diselenggarakan Lembaga Pers Dr. Soetomo dan Kedutaan Norwegia 23-31 Agustus 2016.

Desa Menang Raya, Sumatera Selatan, Liputan6.com/ClimateReporter - Seperti fenomena gunung es. Semakin ditelusuri semakin banyak ditemui. Demikian kata Aidil Fitri, Direktur Eksekutif Hutan Kita Institute (HaKI) Sumatera Selatan.

Aidil mengatakan, konflik alih fungsi lahan pertanian masyarakat menjadi perkebunan sawit semakin mumpuni. Sebab musababnya menjadi konsumsi publik. Melalui siapa dan untuk apa pengalihan fungsi lahan terjadi di Bumi Sriwijaya.

 

Dia mengatakan, warga kota Palembang mengetahui adanya dugaan keterlibatan pejabat tinggi. Melalui media di sana, dalangnya diduga pejabat tinggi.

Jembatan Ampera, ikon ibukota provinsi Sumsel. (Foto Hairil Hiar)

Palembang sebagai pusat ibukota provinsi Sumsel dan pusat kerajaan Sriwijaya kala itu, secara geografis berbatasan dengan provinsi Jambi di bagian utara, provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bagian Timur, provinsi Lampung di bagian selatan, dan di bagian Barat berbatasan dengan provinsi Bengkulu.

Berguru di Ladang Padi yang Terbakar

Ditulis oleh Hairil Hiar. Posted in ClimateReporter

 

Laporan Hairil Hiar, liputan6.com, Ternate

Penulis adalah peserta Lokakarya Meliput Daerah Ketiga Angkatan Keempat (MDK IV). Hairil mendapat tugas ke  Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 24-28 Agustus 2016. Lokakarya diselenggarakan Lembaga Pers Dr. Soetomo dan Kedutaan Norwegia 23-31 Agustus 2016

Didi, Kadus IV saat menunjukkan titik kebakaran bermulanya api memasuki areal ladang padi seluas 30 hektare di Kecamatan Pedamaran, OKI. (Foto Hairil Hiar)

Dusun IV, Sumatera Selatan, Liputan6.com/ClimateReporter - Ladang sawah Didi 4 hektare di Sumatera Selatan tinggal kenangan. Sekarang tumbuh ilalang. Keinginannya menanam kembali padi hangus terbakar pada September 2015.