Publik Tidak Hanya Menunggu Berita

Posted in Buku

Profesi wartawan dapat dikatakan sebagai proses belajar tanpa henti. Tanpa henti bertanya untuk terus mengungkapkan kebenaran. Tanpa henti menjelaskan fakta dan menyampaikan pendapat masyarakat. Tanpa henti pula mengejar pencapaian karya jurnalistik terbaik untuk kepentingan publiknya.

 

Wartawan juga dituntut harus terus belajar lantaran publik semakin cerdas dan menginginkan penyajian berita yang cepat, akurat, dan lengkap setiap saat. Publik yang cerdas tidak lagi menantikan berita yang ala kadarnya atau sekadar menyajikan peristiwa dari permukaan. Publik juga tidak lagi menantikan berita, melainkan mencari berita yang disajikan secara presisi dan berkedalaman.

 

Selain itu, wartawan dan publik semakin berada di posisi yang sama dalam pemanfaatan teknologi informasi terkini. Jika dahulu mesin ketik dan kamera dianggap sebagai sarana kerja wartawan yang langka untuk dimiliki publik, kini komputer jinjing (laptop) dan kamera digital relatif dapat dimiliki oleh orang kebanyakan. Wartawan dan media massa dalam posisi ini diharapkan lebih piawai agar tetap kredibel dan kapabel di hadapan publik.

 

Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), yang didirikan oleh Dewan Pers pada 23 Juli 1988, senantiasa berupaya meneropong kecenderungan zaman, mengamati tanggapan masyarakat terhadap dunia pers, dan meningkatkan kinerja wartawan menjadi profesional. LPDS bersama Dewan Pers sejak 2007 secara berkesinambungan mengadakan serangkaian lokakarya peningkatan karya jurnalistik dan pemahaman kode etik jurnalistik (KEJ) di berbagai kota.

 

Dalam kurun waktu 2007—2008 LPDS dan Dewan Pers melaksanakan kegiatan di Bandung, Surabaya, Palu, Jambi, Banjarmasin, Bogor, Kendari, Denpasar, Batam, Samarinda, Serang, Pekanbaru, Malang, Padang, Palangkaraya, Gorontalo, Makassar, Bandarlampung, Yogyakarta, Ternate, Mataram, Manado, dan Palembang. Untuk setiap kota diikuti 30 peserta sehingga selama itu LPDS telah menambah alumninya sebanyak 690 wartawan dari media pers cetak, elektronik (radio dan televisi), serta dalam jaringan (daring) online atau media siber.

 

Lokakarya ini melibatkan para pengajar utama LPDS guna berbagi wawasan dan pengalamannya dalam mengembangkan kreativitas penulisan dan penyuntingan berita, memahami kode etik jurnalistik, menggunakan bahasa Indonesia laras jurnalistik secara baik dan benar, serta memanfaatkan sarana kerja berteknologi Internet dalam dunia kewartawanan (cyberjournalism) sesuai dengan karakter media massanya.

 

--------------------

 

Judul:

Merancang dan Menyunting di Jantung Media Pers,

Diskusi dengan Redaksi Media Cetak, Siaran, dan Online

Penyunting:

Atmakusumah, Maskun Iskandar

 

Tata letak:

Indria Prawitasari

 

Penerbit:

Buku ini diterbitkan oleh Dewan Pers bekerja sama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Cetakan pertama, November 2009

Tebal:

x + 223 halaman, 17 x 23 cm

 

ISBN:

978-602-8721-01-1

---------------

 

LPDS juga mengundang para anggota Dewan Pers dalam lokakarya ini untuk berbagi pengalaman mereka dalam menangani serangkaian kasus pers dan menjelaskan fungsi serta peran Dewan Pers independen. Hal ini dilakukan LPDS karena masih banyak wartawan yang kurang atau bahkan belum mengetahui sosok Dewan Pers independen yang dibentuk oleh masyarakat dan pers berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

Serangkaian topik dan mata ajaran dalam kegiatan lokakarya tersebut dipublikasikan pula oleh media massa yang wartawannya menjadi peserta. Selain itu, LPDS memublikasikan informasi tentang kegiatannya melalui lamannya di http://www.lpds.or.id yang bersifat laporan peristiwa dan di http://reporter.lpds.or.id dalam gaya penyajian jurnal.

 

Bagi penerbitan ini, LPDS mengucapkan terima kasih kepada para pengajar utamanya, terutama Bapak Atmakusumah Astraatmadja yang dengan tekun menyunting makalah para pengajar untuk menjadi sajian yang lebih komprehensif dalam buku ini. Terima kasih juga disampaikan kepada para anggota Dewan Pers serta staf sekretariatnya dari Departemen Komunikasi dan Informatika. Secara khusus LPDS juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Ichlasul Amal, M.A. yang dengan besar hati menyambut penerbitan buku ini.

 

Sebagaimana harapan masyarakat agar kebebasan berekspresi dan kemerdekaan pers tetap terjaga, maka LPDS dengan bantuan semua pihak akan terus berupaya mengembangkan kegiatan pendidikan dan pelatihan di bidang pers dan komunikasi publik secara profesional. Dan, semoga buku-buku terbitan LPDS seperti ini dapat menjadi salah satu upaya untuk mewujudkannya.*

 

Priyambodo R.H.

Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr. Soetomo