Uji Kompetensi Wartawan Angkatan Kedua

Posted in Info Kompetensi

Direktur Eksekutif LPDS, Priyambodo RH menjelaskan, Uji Kompetensi Wartawan merupakan penerapan Standar Kompetensi Wartawan (SKW) yang disahkan Dewan Pers awal 2010. SKW menjadi salah satu peraturan yang tercantum di dalam Piagam Palembang yang diratifikasi oleh sejumlah perusahaan pers pada Februari 2010. Peraturan lainnya yaitu Standar Perusahaan Pers, Standar Perlindungan Profesi Wartawan, dan Kode Etik Jurnalistik.

Priyambodo menambahkan, SKW memuat tiga unsur kompetensi wartawan yang dirumuskan dalam bentuk piramida. Ketiga unsur tersebut yaitu kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan. “Ada faktor yang terlihat di semua komponen kompetensi tersebut yaitu bahasa dan etika,” katanya.

UU Pers

Anggota Dewan Pers, Wina Armada Sukardi mengungkapkan, pemberlakuan Standar Kompetensi Wartawan bukan dimaksudkan untuk membatasi kebebasan pers atau menghalangi hak orang untuk menjadi wartawan. Sebaliknya, Standar tersebut sebagai wujud tanggung jawab wartawan dalam menjalankan kebebasan pers yang bertanggung jawab.

Ia menegaskan, saat ini kebebasan pers banyak disalahgunakan. Ada juga yang menilai kalangan pers tidak bisa mengurus diri sendiri. Karena itu, kalangan pers bereaksi dengan melakukan penataan internal melalui penyusunan Standar Kompetensi sebagai salah satu peraturan di bidang pers yang harus diikuti wartawan.

UU Pers, Wina menambahkan, memberi hak kepada komunitas pers untuk menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dengan difasilitasi oleh Dewan Pers. Peraturan tersebut dibuat sebagai bentuk swaregulasi dan bertujuan membuat UU Pers dapat dioperasionalkan. “Dewan Pers sudah mengeluarkan sejumlah peraturan,” ungkapnya.*