Wartawan Medan Ikuti Uji Kompetensi Wartawan

Posted in Info Kompetensi

Anggota Dewan Pers, Wina Armada Sukardi mengungkapkan, dari beberapa acara sosialisasi Standar Kompetensi Wartawan muncul kekhawatiran Standar ini akan mengekang kemerdekaan pers. Ia menepis kekhawatiran tersebut karena tiga alasan. Pertama, pembuatan Standar Kompetensi Wartawan merupakan aspirasi masyarakat pers sendiri, dibuat oleh dan untuk wartawan. Kedua, penerapannya dalam bentuk uji kompetensi dilakukan tidak hanya oleh satu lembaga penguji serta dilaksanakan transparan dan independen. Ketiga, bagi wartawan yang belum dinyatakan kompeten, selalu terbuka kapanpun untuk mengikuti uji kompetensi.

“Kegiatan LPDS merupakan langkah maju karena bukan lagi sosialisasi tetapi penerapan SKW,” kata Wina saat memberi penjelasan tentang sejarah dan landasan hukum Standar Kompetensi Wartawan.

Pada acara yang sama, Direktur Eksekutif LPDS, Priyambodo RH menjelaskan, LPDS telah menyiapkan tiga pengajar senior LPDS untuk menjadi anggota tim banding yaitu Atmakusumah Astraatmadja, Tribuana Said, dan Leo Batubara. Ketiganya akan berusaha menyelesaikan pengajuan banding dari peserta yang merasa tidak puas dengan hasil uji kompetensi sebelum kasusnya masuk ke Dewan Pers.

Rencananya, LPDS atas dukungan Yayasan TIFA akan kembali melakukan uji kompetensi wartawan di Surabaya dan Makassar pada Februari dan Maret 2011.*