Jurnalis Makassar Ikuti Uji Kompetensi

Posted in Info Kompetensi

 

Pada Uji Kompetensi Wartawan kali ini dibagi dalam tiga jenjang yakni jenjang muda, madya, dan utama. Jenjang muda diikuti para wartawan dengan masa kerja di bawah tiga tahun.

Jenjang madya adalah jurnalis yang telah bekerja di media massa minimal tiga tahun atau kini posisinya sebagai redaktur di sebuah media massa.

Sedangkan jenjang utama diikuti mereka yang telah menjadi jurnalis minimal lima tahun atau posisinya sebagai redaktur senior, redaktur pelaksana, wakil pemimpin redaksi, dan pemimpin redaksi.

Para peserta Uji Kompetensi Wartawan tersebut akan diuji para pengajar di LPDS yang pernah lama sebagai jurnalis di beberapa media massa, sebagian lagi masih aktif. Model ujian terdiri tes tertulis, tes lisan, dan uji praktik.

Para penguji tersebut di antaranya Priyambodo RH, Warief Djajanto, Petrus Suryadi, dan Maria Dian Andriana.

Menurut Priyambodo yang juga tim perumus Standar Kompetensi Wartawan,  uji kompetensi wartawan tersebut merupakan tindak lanjut dari Piagam Palembang tentang Kesepakatan Perusahaan Pers Nasional, 9 Februari 2010 lalu.

Uji kompetensi wartawan ini antara lain guna meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan. Juga dimaksudkan untuk menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan pers dan untuk menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik.

Selain itu juga bertujuan menjaga harkat dan martabat kewartawan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual serta menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan.

"Tujuan lain uji kompetensi ini menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers," papar Priyambodo, alumni International Institute for Journalism (IIJ) di Jerman yang juga mantan Kepala Kantor Berita ANTARA Biro Eropa. (*)

Penulis : Jumadi Mappanganro
Editor : Ina Maharani

Sumber: Tribun Timur - Rabu, 16 Maret 2011 12:45 WITA

http://makassar.tribunnews.com/2011/03/16/jurnalis-makassar-ikuti-uji-kompetensi

 

Koreksi dari LPDS: Peserta yang mengikuti uji kompetensi ini berjumlah 18 wartawan, bukan 15 seperti tertulis dalam berita ini.