Bara di Lahan Gambut Bumi Sriwijaya

Ditulis oleh Moh. Aswandi. Posted in ClimateReporter

 

Moh. Aswandi
Wartawan Metro TV di
Pontianak, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke
Sumatra Selatan

Cuaca di Kota Palembang, Sumatera Selatan, terasa panas. Kabut asap tipis mulai menyelimuti Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Dua, Palembang, Kamis, 20 Agustus.

Berdasarkan peta kebakaran lahan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)/Sumatra Selatan, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Atasi Kerusakan Hutan dengan Ajukan Hutan Desa

Ditulis oleh Sarifah Latowa. Posted in ClimateReporter

 

Sarifah Latowa
Wartawan Harian Luwuk Post
di Palu, Sulawesi Tengah, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Aceh

Catatan penulis: Mandapat beasiswa meliput daerah ketiga (MDK) ke-III dari LembagaPers Dr. Soetomo (LPDS) bekerjasama dengan Kedutaan Kerajaan Norwegia merupakan kebanggaan tersendiri bagi diri saya dan bagi keluarga besar saya tentunya.

Tanpa REDD Plus, Hutan Amal Pun Tetap Terjaga

Ditulis oleh Ayu Kesumaningtyas. Posted in ClimateReporter

Ayu Kesumaningtyas
Wartawan Harian Waspada di Medan, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Sulawesi Tengah

(Catatan penulis: Pada 19 sampai dengan 27 Agustus, saya mendapat kesempatan mengikuti travel fellowship III dengan meliput daerah ketiga (MDK III) ke Palu, Sulawesi Tengah. Lokakarya yang merupakan kerjasama Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan Kedubes Kerajaan Norwegia ini menitikberatkan pada topik perubahan iklim. Saya merasakan manfaat yang besar pada kesempatan ini, mengingat betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan).

Jumat, 20 Agustus, pukul 16.00 WITA, penduduk Desa Ape Maliko menampakkan wajah sumringah. Hari itu warga Desa Amal sebutan untuk Ape Maliko merampungkan kegiatan menanam pohon nantu dan mahoni.

Jokowi Menjawab di Paris

Ditulis oleh Warief Djajanto Basorie. Posted in ClimateReporter

Hal tidak disebut bisa sama bobot maknanya dengan hal yang disebut dengan gamblang. Pidato tiga menit Presiden Joko “Jokowi” Widodo di KTT Iklim PBB di Paris 30 Nov menjawab sebagian pertanyaan tentang penanganan perubahan iklim Indonesia tetapi mendiamkan pertanyaan lain.

Presiden mengungkapkan agenda aksi iklim pasca2020 Indonesia. Tujuan agenda  ialah menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen pada 2030 dibanding skenario tidak ada rencana aksi sama sekali. Target bisa meningkat menjadi 41 persen dengan adanya bantuan internasional.

Aksi untuk mencapai tujuan itu adalah rangkaian langkah dalam bidang energi, tatakelola hutan dan lahan, dan bidang maritim.

Langkah-langkah dalam bidang energi adalah pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif dan peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional tahun 2025.

Sanksi Sosial Mampu Melestarikan Hutan Adat Ghimbo Potai

Ditulis oleh Agus Sanaa. Posted in ClimateReporter

Oleh Agus Sana'a
Koresponden Harian Umum Sinar Harapan di Kendari, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Pekanbaru



Ya Allah, limpahkan rezeki dan rahmat-Mu kepada pengunjung yang menjaga
kebersihan dan kerapian tempat ini, Amin.

Bocah perempuan memakai penutup kepala tampak mengangkat kedua tangan,
menengadah seolah mengucapkan deretan untaian kalimat  tersebut.

Itulah papan reklame yang terpampang di pinggir kawasan hutan larangan adat Ghimbo Potai, di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, sekira 48 kilometer arah barat Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau.

Dinamakan Ghimbo Potai karena dahulu di lokasi tersebut terdapat banyak tumbuhan potai, sedangkan ghimbo dalam bahasa masyarakat setempat berarti hutan.

Sepintas gambar dan tulisan papan reklame di pinggir hutan tersebut tidak berbeda dengan papan reklame kebanyakan. Namun. bila ditelisik lebih jauh, pesan moral dalam papan reklame tersebut bermakna mendalam dan mengandung kekuatan magis.