ClimateReporter
“Kami Bingung, Cipcai Tak Kunjung Berbunga” PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Muhamad Usman   
Rabu, 17 Februari 2016 07:03

 

Muhamad Usman

Wartawan KabarJambi.net di Kota Jambi, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Papua Barat

Dance Ullo turun dari sebuah pohon. Nafasnya terengah. Lelaki 45 tahun itu baru saja memotong dahan dan ranting pepohonan di lahan kebunnya. Bersama istri, Margaretha Wonggor, pria yang memiliki empat anak tersebut tengah menyiapkan lahannya untuk ditanami.

Selanjutnya...
 
Konflik Tak Berujung di Taman Hutan Rakyat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Parlindungan   
Rabu, 17 Februari 2016 06:52

 

Parlindungan

Wartawan RiauBisnis.com di Pekanbaru, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke

Sulawesi Tenggara

“Siapa saja yang masuk, diusir, diancam, bahkan ada yang dipanah sampai mati”.

Mendengar kalimat itu dari masyarakat di sini, saya merinding, sedikit ketakutan, tapi tidak kuperlihatkan.Tidak semua orang bisa masuk ke permukiman Puncak Puunggaloba, Pegunungan Nipa-nipa, Kota Kendari.Saya termasuk orang yang beruntung bisa masuk wilayah itu.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Bara di Lahan Gambut Bumi Sriwijaya PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Moh. Aswandi   
Selasa, 16 Februari 2016 07:00

 

Moh. Aswandi
Wartawan Metro TV di
Pontianak, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke
Sumatra Selatan

Cuaca di Kota Palembang, Sumatera Selatan, terasa panas. Kabut asap tipis mulai menyelimuti Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Dua, Palembang, Kamis, 20 Agustus.

Berdasarkan peta kebakaran lahan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)/Sumatra Selatan, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Atasi Kerusakan Hutan dengan Ajukan Hutan Desa PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sarifah Latowa   
Selasa, 16 Februari 2016 06:58

 

Sarifah Latowa
Wartawan Harian Luwuk Post
di Palu, Sulawesi Tengah, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Aceh

Catatan penulis: Mandapat beasiswa meliput daerah ketiga (MDK) ke-III dari LembagaPers Dr. Soetomo (LPDS) bekerjasama dengan Kedutaan Kerajaan Norwegia merupakan kebanggaan tersendiri bagi diri saya dan bagi keluarga besar saya tentunya.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Tanpa REDD Plus, Hutan Amal Pun Tetap Terjaga PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Ayu Kesumaningtyas   
Selasa, 16 Februari 2016 06:11

Ayu Kesumaningtyas
Wartawan Harian Waspada di Medan, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Sulawesi Tengah

(Catatan penulis: Pada 19 sampai dengan 27 Agustus, saya mendapat kesempatan mengikuti travel fellowship III dengan meliput daerah ketiga (MDK III) ke Palu, Sulawesi Tengah. Lokakarya yang merupakan kerjasama Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan Kedubes Kerajaan Norwegia ini menitikberatkan pada topik perubahan iklim. Saya merasakan manfaat yang besar pada kesempatan ini, mengingat betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan).

Jumat, 20 Agustus, pukul 16.00 WITA, penduduk Desa Ape Maliko menampakkan wajah sumringah. Hari itu warga Desa Amal sebutan untuk Ape Maliko merampungkan kegiatan menanam pohon nantu dan mahoni.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Jokowi Menjawab di Paris PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Warief Djajanto Basorie   
Jumat, 04 Desember 2015 00:00

Hal tidak disebut bisa sama bobot maknanya dengan hal yang disebut dengan gamblang. Pidato tiga menit Presiden Joko “Jokowi” Widodo di KTT Iklim PBB di Paris 30 Nov menjawab sebagian pertanyaan tentang penanganan perubahan iklim Indonesia tetapi mendiamkan pertanyaan lain.

Presiden mengungkapkan agenda aksi iklim pasca2020 Indonesia. Tujuan agenda  ialah menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen pada 2030 dibanding skenario tidak ada rencana aksi sama sekali. Target bisa meningkat menjadi 41 persen dengan adanya bantuan internasional.

Aksi untuk mencapai tujuan itu adalah rangkaian langkah dalam bidang energi, tatakelola hutan dan lahan, dan bidang maritim.

Langkah-langkah dalam bidang energi adalah pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif dan peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional tahun 2025.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Laporan dari Paris PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Warief Djajanto Basorie   
Sabtu, 28 November 2015 11:41

Jakarta, 27 November 2015

Pembaca yang mulia,

 

Lembaga Pers Dr Soetomo dengan gembira menghadirkan kepada Anda sajian baru dalam kanal ClimateReporter di situs lpds.or.id: Laporan dari Paris.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Sanksi Sosial Mampu Melestarikan Hutan Adat Ghimbo Potai PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Agus Sanaa   
Rabu, 11 November 2015 12:32

Oleh Agus Sana'a
Koresponden Harian Umum Sinar Harapan di Kendari, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Pekanbaru



Ya Allah, limpahkan rezeki dan rahmat-Mu kepada pengunjung yang menjaga
kebersihan dan kerapian tempat ini, Amin.

Bocah perempuan memakai penutup kepala tampak mengangkat kedua tangan,
menengadah seolah mengucapkan deretan untaian kalimat  tersebut.

Itulah papan reklame yang terpampang di pinggir kawasan hutan larangan adat Ghimbo Potai, di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, sekira 48 kilometer arah barat Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau.

Dinamakan Ghimbo Potai karena dahulu di lokasi tersebut terdapat banyak tumbuhan potai, sedangkan ghimbo dalam bahasa masyarakat setempat berarti hutan.

Sepintas gambar dan tulisan papan reklame di pinggir hutan tersebut tidak berbeda dengan papan reklame kebanyakan. Namun. bila ditelisik lebih jauh, pesan moral dalam papan reklame tersebut bermakna mendalam dan mengandung kekuatan magis.

Selanjutnya...
 
Hutan Adat Jurus Jitu Pelestarian Hutan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Arfi Dardiansyah   
Rabu, 11 November 2015 12:27

Oleh Arfi Dardiansyah
Atjehlink.com, Bandaaceh, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Palangka Raya

PALANGKA Raya sesak. Kabut asap menyelimuti kota yang tepat di tengah Pulau Kalimantan karena sejak pertengahan Juni bagian tengah Borneo tak diguyur hujan.

Kondisi tersebut mengakibatkan provinsi yang memiliki luas lahan gambut mencapai 3,1 juta hektare (kurang lebih 15% dari luas gambut Indonesia) menjadi kawasan bertingkat polusi tertinggi di dunia. Padahal, tanpa kehadiran kabut asap, Palangka Raya tampil sebagai kota nan asri. Pepohonan hijau terang  menyedapkan mata memandang, bahkan di pusat kota sekalipun.

Selanjutnya...
 
Akhiri Kabut Asap, Batu Ujian Jokowi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Warief Djajanto Basorie   
Rabu, 11 November 2015 12:23

Oleh Warief Djajanto Basorie

Pada 27 Oktober penerbangan  Garuda Indonesia  GA 160 dari Jakarta tidak mendarat di   Padang sesuai jadwal pukul 8.05. Sebenarnya pesawat itu tidak meninggalkan landas dari Bandara  Soekarno-Hatta. Pilot memutuskan untuk tidak terbang pukul 6.15 karena Bandara Internasional   Minangkabau, BIM,  punya jarak pandang hanya  700 meters karena kabut asap. Prosedur operasi baku Garuda ialah jarak pandang minimum harus 1200 meter untuk pesawat mendarat.

Dr Nur Masripatin, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tak jadi terbang saat itu. Kehendaknya ialah untuk terbang pagi itu dan kembali ke Jakarta lewat tengah hari. Ia diundang berbicara hari itu pada lokakarya Meliput Perubahan Iklim bagi wartawan setempat di ibukota provinsi  Sumatra Barat. Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) penyelenggara lokakarya tersebut dengan dukungan Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia.

Selanjutnya...
 
Sebelum Hutan Gambut "Pensiun" PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Helti Marini Sipayung   
Rabu, 11 November 2015 12:16

Oleh Helti Marini Sipayung
Koresponden LKBN ANTARA, biro Bengkulu, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Pontianak


Agus menggali tanah pada suatu sore yang cerah  bulan Mei. Di sebelahnya ada polibag atau kantong plastik hitam berisi bibit pohon ulin. Setelah membuat lubang tanam, bibit pohon  diletakkan di dalamnya lalu ia bergabung dengan belasan orang yang mengelilingi ulin itu.

Pastor Ari yang memakai jubah putih ikut dalam lingkaran itu. Kedua tangannya memegang Alkitab. Didampingi para tetua adat, pria berkaca mata itu memimpin doa penanaman pohon ulin. Penanaman pohon di Bukit Trap tersebut merupakan bagian dari acara adat “Nyukat Bumi”.

Selanjutnya...
 
Norwegia Tetap Komitmen Dukung Kebijakan Iklim Indonesia PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 12 Oktober 2015 18:21

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Norwegia tetap berkomitmen mendukung kebijakan Republik Indonesia dalam upaya mengatasi perubahan iklim, dan mengharapkan aksi nyata ditingkatkan karena waktu terus berjalan, demikian penegasan Duta Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta Stig Traavik.

“Di tengah upaya Indonesia menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap, maka Norwegia tetap berkomitmen mendukung. Kami juga menginginkan aksi nyata dipercepat,” ujarnya di hadapan peserta Klinik Menulis Perubahan Iklim Bagi Orang Muda di Jakarta, Senin (12/10).

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL