Siaran Pers: Dua wartawan Bengkulu menangkan tiket ke Paris

Ditulis oleh Super User. Posted in ClimateReporter

Jakarta (Berita LPDS) - Helti Marini Sipayung, wartawan ANTARA di biro Bengkulu, dan Firmansyah, wartawan Kompas.com di Bengkulu, memenangkan lomba menulis isu lokal tentang perubahan iklim.

Pengumuman hasil lomba dibacakan dalam pembukaan lokakarya LPDS “Meliput Daerah Ketiga” di kedutaan besar Norwegia di Jakarta Rabu 19 Agustus. Kedua wartawan pemenang memperoleh hadiah tiket dan akomodasi  meliput konferensi Perserikataan Bangsa-Bangsa tentang perubahan iklim (UNFCCC COP 21) di Paris 30 November- 11 Desember 2015.

Pantang Pulang Sebelum Padam

Ditulis oleh Super User. Posted in ClimateReporter

Oleh Yudhistira, Kontributor Beritasatu TV Medan,
peserta kunjungan kawasan ke Riau, Juni 2014


Jari tangan kirinya menjepit rokok. Tangan kanannya menggenggam botol bekas air mineral berisi beberapa tetes bensin. “Tinggal inilah minyak yang tersisa,” ucap Andi lirih. Itulah tantangan bagi petugas kecil di daerah terpencil.

Andi adalah satu dari dua belas orang petugas honorer pemadam kebakaran yang sejak ratusan titik api kembali bermunculan sengaja disiagakan di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis di Jalan Lintas Dumai—Pakning.

Bensin dalam botol itu memang hanya tersisa sedikit. Bensin itu untuk mengisi mobil pemadam kebakaran berukuran kecil berkapasitas lima liter. Bagaimana jika tiba-tiba terjadi kebakaran? “Saya berutang dulu ke warung bensin,” kata Andi. 

M. Nur Pengabdi di Lahan Gambut

Ditulis oleh Super User. Posted in ClimateReporter

Oleh Ima Maya Isna, Wartawan RRI Palembang,
peserta kunjungan kawasan ke Riau, Juni 2014


Suasana pagi yang cerah mengiringi langkah Muhammad Nur menuju tempat beraktivitasnya sehari–hari  sebagai pegawai negeri sipil yang mengabdikan hidupnya untuk mendidik anak–anak di Desa Tanjungleban, Provinsi Riau.

Pengabdian yang diberikan guru di desa yang sebagian besar penduduknya petani karet dan penggarap kelapa sawit ini tidak hanya untuk murid–murid di SDN 24, tetapi juga untuk sekitarnya. Pak Nur  peduli  terhadap kelestarian lingkungan. Bahkan dirinya dapat disebut sebagai pionir. Ia ikhlas memberikan lahan miliknya untuk dijadikan percobaan.

Perjuangan Sunyi, Seorang Doktor Selamatkan Gambut Riau

Ditulis oleh Super User. Posted in ClimateReporter

Oleh Firmansyah, Koresponden Kompas.com, Kota Bengkulu,
peserta kunjungan kawasan ke Riau, Juni 2014

Pria ini jika dilihat dari perawakan cukup lemah dan seperti tak berdaya dan berwajah lemah lembut. Namun kesan itu akan berubah saat ia mulai berbicara soal lahan rawa gambut, terlebih rawa gambut yang rusak terbakar.

Ia akan berapi-api jika diberi kesempatan untuk berorasi soal gambut. Ia adalah Dr. Haris Gunawan, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Solusi Tuntas Bencana Asap (STBA), Universitas Riau, ahli gambut yang mendedikasikan tidak kurang 11 tahun waktunya hanya untuk gambut.

“Selama ini saya mensunyikan diri berusaha berbuat bersama masyarakat untuk merehabilitasi kawasan gambut yang telah terbakar ditanami dengan pohon dan asri kembali,” katanya.

Mengais Untung, Berujung Buntung

Ditulis oleh Super User. Posted in ClimateReporter

Oleh Zuli Laili Isnaini, Dosen Antropologi, Universitas Riau,
peserta kunjungan kawasan ke Desa Tanjungleban, Riau, Juni 2014

Catatan penulis: Lokakarya ini menarik bagi saya, apalagi melihat korban kebijakan yang tidak populis bagi mereka. Masyarakat yang terpinggirkan dan dimiskinkan oleh kebijakan akibat kalahnya perebutan akses sumberdaya dari korporasi dan pemilik modal. Namun, sempitnya waktu di lapangan menyebabkan sedikitnya informasi yang mampu digali. Akan lebih baiknya bila waktu di lapangan jauh lebih lama dengan metode live in, observasi, observasi-partisipatoris, dan wawancara mendalam.


Tugiadi,  53,  hampir seluruh rambutnya  abu-abu. Ayah dua anak ini menceritakan  kebakaran rumah papannya  Jumat malam, 20 Februari 2014. Tanpa ragu ia menjelaskan awal mula terjadinya musibah tersebut.

Rumah Tugiadi terbakar di Dusun Bukitlengkung, DesaTanjungleban, Riau. Selain rumah, tiga lokal Madrasah Diniah Aliah juga terbakar di dusun tersebut di Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis. Berikut cerita Tugiadi:

“Pukul 4 sore aku, orang rumahku, dan Igun tetangga yang rumahnya habis terbakar, mengupayakan supaya rumah tidak sampai terbakar. Sebelum terbakar, sekeliling rumah sudah penuh asap dan rumah sudah disiram sampai basah. Tetapi karena asap dan api semakin besar, hanya tiga orang saja menyiram, maka tidak sanggup lagi berada di tempat itu, dan selanjutnya rumah kami tinggalkan.