Anuar Tambusai 26 Tahun, 15 Hektare, Jutaan Pohon

Ditulis oleh Nazat Fitriah. Posted in ClimateReporter

Oleh Nazat Fitriah, Wartawan TVRI Kalimantan Selatan dengan penugasan ke Sumatra Utara Maret 2014

IA menyeruak dari rerimbunan pohon dengan bertelanjang dada dan celana selutut pada siang terik itu. Kaki dan tangannya berlumur lumpur. "Saya sedang membuat bibit," ucap Anuar Tambusai.

Sembari Anuar, 58, membersihkan diri, tamu dipersilakan menunggu di warung kopi di depan rumahnya di Dusun III, Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu,  kira-kira 30 kilometer dari pusat Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara.

Rumah itu begitu sederhana. Setengah dinding berbahan bata, sisanya tersusun dari papan. Atap di sisi kiri depan tampak melengkung, dan beberapa bilah papan di bawahnya jebol, bekas tertimpa pohon baru-baru ini.

Agus Sutriyo, Bertahan di Lahan Pangan

Ditulis oleh Zaki Setiawan. Posted in ClimateReporter

Oleh Zaki Setiawan, Koresponden Koran Sindo di Batam dengan penugasan ke Sumatra Selatan Maret 2014

LAHAN gambut dan hutan belantara di Desa Nusantara, kini menjadi lahan pertanian yang hasil panennya mampu menyumbang pangan penduduk di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Jalur sungai menuju desa, jembatan kayu, dan jalan tanah dibuat warga secara swadaya.

Kesejahteraan yang mulai dirasakan warga di desa lumbung padi ini, dilalui penuh liku. Bertahan dengan kondisi alam, godaan untuk tidak menjual lahan ke orang lain atau perusahaan, dan keuletan mengubah lahan gambut menjadi lahan pertanian dilakukan warga transmigran, ujar Agus Sutriyo, salah satu pelaku transmigrasi tersebut.

Keinginan untuk menyukseskan program pemerintah dan berharap peningkatan kesejahteraan bagi keluarganya, mendorong pria 58 tahun ini untuk menerima tawaran transmigrasi pada 1981. Ia rela meninggalkan daerah yang membesarkannya, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bersama istri, anak semata wayang, dan ratusan warga lainnya.

Sampah Palembang Kini Dipasarkan Lewat Butik

Ditulis oleh Zaki Setiawan. Posted in ClimateReporter

Oleh Zaki Setiawan, Koresponden Koran Sindo di Batam dengan penugasan ke Sumatra Selatan Maret 2014


MEMILAH sampah rumah tangga perumahan Bhayangkara di Palembang sudah menjadi pekerjaan sehari-hari bagi Lia. Sampah kering seperti bungkus minuman dan makanan ringan, bungkus deterjen, botol air mineral, dan kardus dikumpulkan terpisah oleh ibu berusia 31 tahun ini.

Tidak ada risi menjalani pekerjaan yang sudah digeluti oleh ibu satu anak ini sejak dua tahun silam di kompleks  Pakri, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur Dua. Sehari bisa terkumpul hingga 10 kilogram sampah kering hasil pilah yang masih bernilai guna. Sampah bernilai guna ini merupakan bahan kerajinan dan suvenir yang hasilnya dipasarkan melalui Butik Galeri Kemala di Gedung Abdullah Kadir kompleks  Pakri.

Selain memilah sampah dari sekira 80 rumah tangga di perumahan tersebut, Lia juga bertugas menjaga toko tempat penukaran sampah, Toko Tukar Sampah (Totusa). Di Totusa, warga dapat menukar sampah seperti kardus, koran, botol, kaleng hingga besi dengan barang dagangan atau uang.

Kota Seribu Sungai di Hari Air

Ditulis oleh Timoteus Marten. Posted in ClimateReporter

Oleh Timoteus Marten, Redaktur, Tabloid Jubi, Jayapura, dengan penugasan ke Kalimantan Selatan Maret 2014

SABTU bulan Maret langit Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, agak cerah. Tak seperti sehari sebelumnya, kota ini diguyur hujan sepanjang hari. Kini di sini hujan seharian berarti harus waspada.
Di kompleks Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Jalan Brigjen Hasan Basri, Paris mengorek-ngorek sampah, lumpur, dan mencabut rumput liar  sekitar parit sebagai bentuk kewaspadaan.

“Oh, ini hari Air Sedunia, 22 Maret,” kata Paris Maulana, Koordinator Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Fisipioner, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (FISIP Unlam) Banjarmasin.
Mereka melakukan kerja bakti di sekitar kampus Unlam untuk merefleksikan hari Air  dengan melibatkan Dinas Sumber Daya Air dan Drainase.

Puluhan anggota dari dinas itu dikerahkan untuk bekerja bersama sejumlah anggota Mapala Fisipioner yang membersihkan parit, daerah genangan air, lumpur, dan mengangkut sampah.

Batik Bakau Berkibar di Prancis

Ditulis oleh Nazat Fitriah. Posted in ClimateReporter

Oleh Nazat Fitriah, Wartawan TVRI Kalimantan Selatan dengan penugasan ke Sumatra Utara Maret 2014

KARTIKA Hanum, 30, duduk tepekur di lantai. Hanya sebelah tangannya yang menjepit canting yang sibuk bergerak-gerak. Ia menggoreskan malam, lilin untuk membatik, mengikuti torehan tipis pensil di atas kain yang terbentang di tangannya yang sebelah lagi.

Sekilas tak ada yang terlihat istimewa dengan batik yang tengah dikerjakan warga Desa Sicanang, Kecamatan Medan Belawan itu.   Akan tetapi, kalau mengikuti proses pembuatan batik tersebut hingga selesai, maka kita akan tahu di mana letak keistimewaannya. Ya, batik yang sedang digambarnya tersebut adalah batik organik. Pewarna kainnya menggunakan bahan alami yang berasal dari tumbuhan pohon bakau.