Lembaga Pers Dr.Soetomo
Green Building, Solusi Atasi Suhu Kota Kendari PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Oktober 2015 14:34

Oleh Agus Sana'a, Koresponden harian Sinar Harapan, Kendari
(Juli 2015)


ZAINUDDIN (65), warga Kelurahan Talia, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tampak bertelanjang dada duduk-duduk santai di kursi teras rumahnya. Dengan posisi kaki kanan di atas paha kiri, ia mengibas-ngibaskan koran di badannya.

Sesekali ayah dari lima anak itu berdiri dan melangkah membuang ludah ke tanah. Lelaki itu tampak gerah karena suhu di sekitar rumahnya siang itu, sekitar pukul 11.30 Wita, dirasakan agak panas.     

“Maaf, _Pak, saya buka baju!” kata Zainuddin saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Kamis (2/7).

Dulu, tahun 1990-an, lanjut Zainuddin suhu udara di kota ini terasa segar dan nyaman. Pagi hari seluruh wilayah kota tampak diselimuti kabut dan titik-titik embun yang menyebabkan jarak pandang tidak terlalu jauh.

Selanjutnya...
 
Dampak Kemarau Panjang bagi Petani Sawit dan Karet di Riau: Melayukan Dedaunan, Mengeringkan Celengan PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Oktober 2015 14:24

Oleh Dina Febriastuti, PiramidNews.com, Pekanbaru
(Juli 2015)

MISNGADI mengendarai sepeda motor menerobos kabut asap dengan mengenakan masker hijau tipis menuju kebun kelapa sawitnya di Desa Kepau Jaya, Riau. Ia hendak mengontrol pekerjaan perawatan kebun yang sudah dilakukan beberapa orang serta beberapa urusan lain menyangkut kelompok tani tempatnya bergabung.

Melintasi jalan tanah yang lebih banyak dihiasi semak belukar dan sebagiannya hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, ia juga hendak memastikan akan ada yang membantu memanen hasil kebun yang sudah tujuh tahun ini menghidupi tujuh orang anggota keluarganya. Jadwal itu sekira sepuluh  hari lagi.

Meski hasil panen itu semakin hari semakin menyusut, tanpa mengeluh ia tetap mengelola kebunnya semaksimal mungkin. Semangatnya, gairah, dan optimismenya sama dengan sepuluh tahun lalu, ketika kebun itu baru ditanaminya. "Panen enggak kayak dulu, Mbak. Beberapa tahun ini payah. Harga pun jatuh. Sekarang ini terendah dalam lima tahun terakhir," demikian Misngadi  bercerita jelang keberangkatannya ke kebun seluas total empat hektare di lahan bergambut itu  di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi, pada minggu terakhir Juli 2015.

Selanjutnya...
 
Ada Sawit Ramah Lingkungan di Sintang PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Oktober 2015 14:21

Oleh Reinardo Sinaga, RRI, Pontianak,
(Juli 2015)

INDUSTRI ekstraktif kelapa sawit selama ini dipandang menjadi bom waktu yang akan memonokulturkan hutan Kalimantan Barat. Namun, hal ini ditepis oleh Koperasi Produksi Rimba Harapan di Desa Merarai Satu, Kecamatan Sungaitebelian, Kabupaten Sintang. Yang istimewa, koperasi ini mengeluarkan aturan melarang anggotanya membakar lahan untuk membuka perkebunan kelapa sawit swadaya masyarakat. Hal lainnya, pohon kelapa sawit yang monokultur itu—istimewanya—bisa  ditumpangsarikan dengan semangka, terong, bahkan sayuran. Bagaiman ceritanya? Berikut penelusuran yang saya lakukan selama dua hari.  

Kendati masih pagi, sekira pukul 09.00, terik matahari menyengat hingga ke kulit epidermis. Saat itu saya tiba di Desa Merarai Satu menemui pimpinan Koperasi Produksi Rimba Harapan, Suratno Warsito.

Koperasi produksi dampingan World Wildlife Fund (WWF) dan  Indonesia Program Kalimantan Barat ini memiliki keunikan. Salah satunya pola tidak membakar dalam membersihkan lahan.

Selanjutnya...
 
Pemenang II Lomba MPI: Kampung Penuh Kotoran Sapi yang Kini Jadi Sentra Biogas PDF Cetak E-mail
Senin, 24 Agustus 2015 15:36

Oleh Firmansyah, kontributor Kompas.com di Bengkulu

Firmansyah pemenang II Lomba Meliput Perubahan Iklim LPDS/Kedutaan Besar Norwegia dengan perolehan nilai 252 dari jumlah nilai 300 yang mungkin diperoleh.  Tulisan ini dimuat kompas.com 1 Juli 2015 di http://regional.kompas.com/read/2015/07/01/12084681/Kampung.Penuh.Kotoran.Sapi.yang.Kini.Jadi.Sentra.Biogas?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

-----------------

BENGKULU, KOMPAS.com - "Kampung ini dahulunya penuh kotoran sapi bertebaran di tiap sudut, sekarang kotoran itu menjadi berkah untuk kami," kata Subario, warga RT 08, RW 3, Jalan Jenggalu, Kelurahan Lingkar Barat, Kota Bengkulu. Subario adalah peternak sapi yang dipercaya sebagai Ketua Kelompok Peternak "Muara Dwipa". 

Selanjutnya...
 
Pemenang I Lomba MPI: Memanen Kebaikan Mangrove PDF Cetak E-mail
Senin, 24 Agustus 2015 15:20

Oleh Helti Marini Sipayung, pewarta kantor berita ANTARA di Bengkulu

Helti Marini Sipayung pemenang I Lomba Meliput Perubahan Iklim LPDS/Kedutaan Besar Norwegia dengan perolehan nilai 262 dari jumlah nilai 300 yang mungkin diperoleh. Tulisan ini sudah disiarkan di http://www.antarabengkulu.com/berita/32472/memanen-kebaikan-mangrove  Sabtu 25 Juli 2015.

------------------

MATAHARI sudah condong ke Barat saat Safri turun ke muara Sungai Air Manjunto. Saat air surut, ayah tujuh anak itu memasang jaring atau alat tangkap kepiting di dalam hutan mangrove atau bakau di tepi muara sungai.

"Besok pagi akan diperiksa. Biasanya selalu ada kepiting yang nyangkut," ucap nelayan penangkap kepiting bakau itu saat ditemui di muara Sungai Manjunto, pekan lalu.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Berita Acara: Hasil Lomba Meliput Perubahan Iklim 2015 PDF Cetak E-mail
Senin, 24 Agustus 2015 12:32

Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) pada hari ini, Senin,10 Agustus 2015, di kampus LPDS di Jakarta mengadakan penjurian lomba karya jurnalistik meliput perubahan iklim (MPI) bagi wartawan alumni lokakarya MPI yang telah diselenggarakan sejak 2012.

Lebih dari 300 wartawan dari 16 provinsi berhak mengikuti lomba bermasalaku dari 18 Juni hingga 31 Juli 2015. Lomba mensyaratkan penulisan feature interpretatif isu lokal perubahan iklim hasil liputan asli wartawan.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Siaran Pers: Dua wartawan Bengkulu menangkan tiket ke Paris PDF Cetak E-mail
Rabu, 19 Agustus 2015 12:52

Jakarta (Berita LPDS) - Helti Marini Sipayung, wartawan ANTARA di biro Bengkulu, dan Firmansyah, wartawan Kompas.com di Bengkulu, memenangkan lomba menulis isu lokal tentang perubahan iklim.

Pengumuman hasil lomba dibacakan dalam pembukaan lokakarya LPDS “Meliput Daerah Ketiga” di kedutaan besar Norwegia di Jakarta Rabu 19 Agustus. Kedua wartawan pemenang memperoleh hadiah tiket dan akomodasi  meliput konferensi Perserikataan Bangsa-Bangsa tentang perubahan iklim (UNFCCC COP 21) di Paris 30 November- 11 Desember 2015.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
LPDS adakan lomba tulis perubahan iklim. Hadiah Dua Tiket ke Paris PDF Cetak E-mail
Kamis, 25 Juni 2015 14:55

Jakarta - Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) di Jakarta dengan gembira mengumumkan lomba tulis perubahan iklim bagi para wartawan alumni lokakarya Meliput Perubahan Iklim (MPI). Lomba ini merupakan kerjasama  LPDS dan Kedutaan Kerajaan Norwegia.

Hadiah lomba ialah tiket untuk dua wartawan meliput Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Paris (COP 21) 30 November – 10 Desember 2015.
Karya tulis yang telah diunggah ke dalam laman ClimateReporter di situs LPDS (www.lpds.or.id) otomatis masuk lomba. Selain itu, peserta dapat mengirim karya yang telah dimuat di media cetak atau dalam jaringan (daring/online) sejak 1 Januari 2015. Karya yang baru dapat juga dikirim dengan batas waktu 31 Juli.  Karya yang telah dimuat di media dipandang memenuhi syarat lomba bila layak muat di ClimateReporter.

Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL