Lembaga Pers Dr.Soetomo
FRANS SEDA JOURNALISM COMPETITION PDF Cetak E-mail
Selasa, 12 Januari 2016 06:53

INFO LPDS - Atma Jaya Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (Dewan Pers) menyelenggarakan kompetisi jurnalistik dengan kategori karya tulis dan karya video televisi. Panitia mengundang wartawan Indonesia untuk mengirimkan karya jurnalistik seputar tokoh lokal yang inspiratif di bidang pendidikan dan kemanusiaan.

Pengiriman karya jurnalistik paling lambat 31 Januari 2016. Untuk keterangan lebih lanjut terdapat di dalam poster di bawah ini. Bisa juga mengakses www.atmajaya.ac.id atau menghubungi kantor LPDS, telp. (021) 3459838, 3840835*

 

 

LAST_UPDATED2
 
Laporan dari Paris PDF Cetak E-mail
Sabtu, 28 November 2015 11:41

Jakarta, 27 November 2015

Pembaca yang mulia,

 

Lembaga Pers Dr Soetomo dengan gembira menghadirkan kepada Anda sajian baru dalam kanal ClimateReporter di situs lpds.or.id: Laporan dari Paris.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Jokowi Menjawab di Paris PDF Cetak E-mail
Jumat, 04 Desember 2015 00:00

Hal tidak disebut bisa sama bobot maknanya dengan hal yang disebut dengan gamblang. Pidato tiga menit Presiden Joko “Jokowi” Widodo di KTT Iklim PBB di Paris 30 Nov menjawab sebagian pertanyaan tentang penanganan perubahan iklim Indonesia tetapi mendiamkan pertanyaan lain.

Presiden mengungkapkan agenda aksi iklim pasca2020 Indonesia. Tujuan agenda  ialah menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen pada 2030 dibanding skenario tidak ada rencana aksi sama sekali. Target bisa meningkat menjadi 41 persen dengan adanya bantuan internasional.

Aksi untuk mencapai tujuan itu adalah rangkaian langkah dalam bidang energi, tatakelola hutan dan lahan, dan bidang maritim.

Langkah-langkah dalam bidang energi adalah pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif dan peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional tahun 2025.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Sanksi Sosial Mampu Melestarikan Hutan Adat Ghimbo Potai PDF Cetak E-mail
Rabu, 11 November 2015 12:32

Oleh Agus Sana'a
Koresponden Harian Umum Sinar Harapan di Kendari, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Pekanbaru



Ya Allah, limpahkan rezeki dan rahmat-Mu kepada pengunjung yang menjaga
kebersihan dan kerapian tempat ini, Amin.

Bocah perempuan memakai penutup kepala tampak mengangkat kedua tangan,
menengadah seolah mengucapkan deretan untaian kalimat  tersebut.

Itulah papan reklame yang terpampang di pinggir kawasan hutan larangan adat Ghimbo Potai, di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, sekira 48 kilometer arah barat Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau.

Dinamakan Ghimbo Potai karena dahulu di lokasi tersebut terdapat banyak tumbuhan potai, sedangkan ghimbo dalam bahasa masyarakat setempat berarti hutan.

Sepintas gambar dan tulisan papan reklame di pinggir hutan tersebut tidak berbeda dengan papan reklame kebanyakan. Namun. bila ditelisik lebih jauh, pesan moral dalam papan reklame tersebut bermakna mendalam dan mengandung kekuatan magis.

Selanjutnya...
 
Hutan Adat Jurus Jitu Pelestarian Hutan PDF Cetak E-mail
Rabu, 11 November 2015 12:27

Oleh Arfi Dardiansyah
Atjehlink.com, Bandaaceh, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Palangka Raya

PALANGKA Raya sesak. Kabut asap menyelimuti kota yang tepat di tengah Pulau Kalimantan karena sejak pertengahan Juni bagian tengah Borneo tak diguyur hujan.

Kondisi tersebut mengakibatkan provinsi yang memiliki luas lahan gambut mencapai 3,1 juta hektare (kurang lebih 15% dari luas gambut Indonesia) menjadi kawasan bertingkat polusi tertinggi di dunia. Padahal, tanpa kehadiran kabut asap, Palangka Raya tampil sebagai kota nan asri. Pepohonan hijau terang  menyedapkan mata memandang, bahkan di pusat kota sekalipun.

Selanjutnya...
 
Akhiri Kabut Asap, Batu Ujian Jokowi PDF Cetak E-mail
Rabu, 11 November 2015 12:23

Oleh Warief Djajanto Basorie

Pada 27 Oktober penerbangan  Garuda Indonesia  GA 160 dari Jakarta tidak mendarat di   Padang sesuai jadwal pukul 8.05. Sebenarnya pesawat itu tidak meninggalkan landas dari Bandara  Soekarno-Hatta. Pilot memutuskan untuk tidak terbang pukul 6.15 karena Bandara Internasional   Minangkabau, BIM,  punya jarak pandang hanya  700 meters karena kabut asap. Prosedur operasi baku Garuda ialah jarak pandang minimum harus 1200 meter untuk pesawat mendarat.

Dr Nur Masripatin, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tak jadi terbang saat itu. Kehendaknya ialah untuk terbang pagi itu dan kembali ke Jakarta lewat tengah hari. Ia diundang berbicara hari itu pada lokakarya Meliput Perubahan Iklim bagi wartawan setempat di ibukota provinsi  Sumatra Barat. Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) penyelenggara lokakarya tersebut dengan dukungan Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia.

Selanjutnya...
 
Sebelum Hutan Gambut "Pensiun" PDF Cetak E-mail
Rabu, 11 November 2015 12:16

Oleh Helti Marini Sipayung
Koresponden LKBN ANTARA, biro Bengkulu, peserta MDK III Agustus 2015 dengan penugasan ke Pontianak


Agus menggali tanah pada suatu sore yang cerah  bulan Mei. Di sebelahnya ada polibag atau kantong plastik hitam berisi bibit pohon ulin. Setelah membuat lubang tanam, bibit pohon  diletakkan di dalamnya lalu ia bergabung dengan belasan orang yang mengelilingi ulin itu.

Pastor Ari yang memakai jubah putih ikut dalam lingkaran itu. Kedua tangannya memegang Alkitab. Didampingi para tetua adat, pria berkaca mata itu memimpin doa penanaman pohon ulin. Penanaman pohon di Bukit Trap tersebut merupakan bagian dari acara adat “Nyukat Bumi”.

Selanjutnya...
 
Norwegia Tetap Komitmen Dukung Kebijakan Iklim Indonesia PDF Cetak E-mail
Senin, 12 Oktober 2015 18:21

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Norwegia tetap berkomitmen mendukung kebijakan Republik Indonesia dalam upaya mengatasi perubahan iklim, dan mengharapkan aksi nyata ditingkatkan karena waktu terus berjalan, demikian penegasan Duta Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta Stig Traavik.

“Di tengah upaya Indonesia menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap, maka Norwegia tetap berkomitmen mendukung. Kami juga menginginkan aksi nyata dipercepat,” ujarnya di hadapan peserta Klinik Menulis Perubahan Iklim Bagi Orang Muda di Jakarta, Senin (12/10).

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Masyarakat Dunia Amati Kabut Asap Indonesia PDF Cetak E-mail
Senin, 12 Oktober 2015 18:15

Jakarta (ANTARA News) – Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik, mengemukakan, masyarakat dunia selama ini mengamati dan ikut prihatin atas kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap dari Indonesia, karena dampaknya menurunkan kualitas kehidupan.

"Masyarakat dunia juga khawatir atas kebakaran di Indonesia. Dampak kabut asap menurunkan kualitas kehidupan, di antaranya gangguan kesehatan, anak-anak tidak bisa sekolah dan kegiatan ekonomi terhenti," katanya, di hadapan mahasiswa peserta Klinik Menulis Perubahan Iklim Bagi Orang Muda, di Jakarta, Senin (26/10).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta dan Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) itu, dia menyatakan, kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan memerlukan perhatian semua pihak, termasuk masyarakat internasional.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Bakau Ditebang, Luas Daratan Terancam Berkurang PDF Cetak E-mail
Senin, 12 Oktober 2015 11:07

Oleh Zaki Setiawan, IsuKepri.Com, Batam,

peserta lokakarya MPI di Kota Batam, 22-23 Januari 2013

 

PENEBANGAN tanaman bakau di sepanjang bibir pantai di Kepri menjadi pemicu terjadinya abrasi. Jika tidak ada penanaman kembali bakau pengganti, diprediksi dalam lima tahun ke depan, 10% —15%  luas daratan Kepri akan hilang akibat tanah dikikis arus air laut.

Kegelisahan seolah terpendam dari raut muka Masrani (47). Nelayan Kampung Agas, Kelurahan Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja ini mengaku mulai kesulitan mendapatkan hasil dari menangkap ikan di laut sekitar.

Selanjutnya...
 
Sulap Limbah Kertas Jadi Lukisan, Amir Untung Jutaan Rupiah PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Oktober 2015 14:54

OLeh Demon Fajri, Okezone.com, Kota Bengkulu
(Juli 2015)


Amir Hendi pemilik usaha limbah kertas (Foto: Okezone)

SIAPA sangka limbah kertas bekas bisa disulap menjadi lukisan tiga dimensi yang memiliki nilai jual tinggi. Demikianlah pegiat kerajinan Limbah Kertas Sekundang Kencana Rafflesia, Amir Hendi (68).

Usaha kerajinan tangan lukisan tiga dimensi dan miniatur itu sudah digeluti bapak empat anak ini sejak tahun 1986 di Desa Imigrasi Permu Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Mulanya ia terinspirasi dari membuat kerajinan tangan berbentuk peta di tempatnya mengajar.

Selain itu, kata dia, juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya yang banyak tumpukan sampah kertas yang berserakan. Dari sana kerajinan limbah tersebut mulai berangsur digelutinya.

Selanjutnya...
 
Mengapa Desa Namo Memilih Mengajukan Hutan Desa? PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Oktober 2015 14:44

Oleh Syarifah Latowa, Mongabay.co.id, Palu,
Juli 2015

AKHIRNYA setelah tiga jam perjalanan darat dari ibu kota Sulteng, Palu, tibalah kami di Namo, sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh perbukitan. Namo merupakan pemekaran dari Desa Bolapapu yang berpisah sebelas tahun yang lalu dari desa induknya ini. Desa ini secara administratif merupakan bagian dari Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

“Silakan masuk! Jangan sungkan, para tokoh sudah menunggu,” sembari menyalami kami, Basri Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LTHD) mempersilakan kami masuk ke lobo (nama setempat untuk rumah adat, tempat masyarakat membicarakan seluruh permasalahan adat dan desa).  Lobo di Namo memiliki ukuran 4 x 6 meter, beratap rumbia, berlantai papan, dengan setengah bagian dindingnya tertutup papan yang berfungsi sebagai sandaran.

Selanjutnya...
 
Gelora Asa Warga Timbulsloko dalam Kepungan Rob PDF Cetak E-mail
Senin, 12 Oktober 2015 11:13

Oleh Hartatik, Harian Suara Merdeka, Semarang

Terkepung rob. Deretan tanaman mangrove mengitari permukiman warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang telah terkepung rob, Jumat (31/7/15). (Suaramerdeka.com/Hartatik)

 

NADHIRI (53) bisa tersenyum bangga melihat kerja keras dan penantian warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mulai menampakkan hasil. Tinggi air pasang atau rob yang masuk ke permukiman sudah jauh berangsur turun dibandingkan dengan  setahun silam.

Itu bisa dilihat teras rumahnya yang kini tak terjamah rob, sekalipun permukaan sungai kecil di depan rumahnya sudah sejajar dengan badan jalan. Kondisi ini jauh berbeda ketika tahun lalu banjir rob masuk ke dalam rumah hingga setinggi dada orang dewasa.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Taman yang Ditukar PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Oktober 2015 14:58

Oleh Zaki Setiawan, Koresponden Koran Sindo di Batam,

(29 Juli 2015)

KIOS yang dibangun di Jalan Bukit Kemuning, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Batam

Waktu menunjukkan pukul 00.30. Jalanan kian lengang. Hanya satu dua kendaraan yang masih melintas menembus kegelapan malam.
Namun, tidak demikian dengan aktivitas di depan sebuah kios di pinggir Jalan S. Parman, Tanjungpiayu, Batam. Puluhan orang terlihat asyik mengundi untung melalui dadu.

“Wah, meleset lagi,” kata seorang di antara mereka yang gagal menebak angka.

Sekira 20  meter dari arena itu Bardah berjualan bandrek. Ia mengaku sudah terbiasa dengan keramaian aktivitas judi dadu yang berlangsung tiap malam itu, bahkan saat malam Ramadan pun mereka tetap beraktivitas.

Selanjutnya...
 
Perubahan Iklim: Kota yang Segera Kehausan PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Oktober 2015 14:48

Oleh Kris Razianto Mada, Kompas.com, Batam
(Juli 2015)

Kompas/Kris Razianto Mada Permukaan Waduk Nongsa di Batam, Kepulauan Riau, menyusut lebih dari 4 meter. El Nino membuat curah hujan berkurang dan waduk tadah hujan itu sulit memulihkan cadangannya. Waduk menjadi andalan tunggal Batam untuk memenuhi kebutuhan airnya. Penyusutan cadangan waduk membuat Batam tidak punya air.

DALAM diam dan jauh dari perhatian banyak orang, perubahan iklim terus menambah korban. Dalam hitungan bulan Kota Batam di Kepulauan Riau akan masuk daftar korban sementara dari perubahan. Jika tanpa langkah serius, Batam akan menjadi korban permanen dalam beberapa tahun ke depan.

Kota di perbatasan Indonesia dengan Singapura-Malaysia itu tak punya sungai atau aquifer sebagai sumber air. Batam hanya mengandalkan hujan sebagai sumber airnya. Sebagian dari hujan ditampung dalam waduk-waduk di berbagai penjuru Batam. Waduk yang hanya mengandalkan hujan sebagai pengisi ulang airnya. Saat hujan berkurang, semakin sedikit pengisi air waduk.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Lumbung Kami Lenyap Dimakan Rayap: Zaman Berubah. Iklim Berubah. Langit Berubah. Pemerintah Pun Berubah PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Oktober 2015 14:39

Oleh Harry Siswoyo, Viva.co.id, Bengkulu
Mei 2015

PELUH masih mengucur di antara pelipis dan dagu Wak Thamrin. Pagi menjelang siang, tiga petak sawah miliknya baru usai ditanami bibit padi baru.
Bersama istrinya, Rubiah, ia bergantian mencucukkan batang padi setinggi 10 sentimeter ke petak sawah berlumpur di Desa Lubukresam, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Bagi Wak Thamrin sawah adalah segalanya. Berpuluh tahun ia hidup bersama empat anaknya yang kini sudah dewasa dari sepuluh bidang sawah miliknya.

Sepuluh tahun silam sawah-sawah itu memang menggiurkan. Hasil panen melimpah ruah, bahkan dari setiap kali panen, mereka bisa “menabung” beras untuk dua tahun.

Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL