Lembaga Pers Dr.Soetomo
Hitam Arang Hijaukan Lahan Kritis PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Mei 2014 17:08

Oleh Phesi Ester Julikawati
Koresponden Tempo di Kota Bengkulu dengan penugasan ke Kalimantan Barat

(Catatan penulis: "Lokakarya Meliput Daerah Ketiga (MDK 1) menjadi pengalaman jurnalistik tersendiri. Pada lokakarya ini kami mendapat pengetahuan jurnalistik terkait teknik penulisan, bahasa, dan strategi liputan.  Ini menjadi hal berharga dan mengayakan pengetahuan tersendiri bagi saya. Begitu juga pengetahuan seputar lingkungan dan perubahan iklim. Belum lagi penugasan ke daerah ketiga, berkat LPDS dan Kedubes Norwegia dalam program MDK saya dapat menginjakkan kaki pertama kali ke Pulau Borneo. Di sana saya mendapat sahabat baru. Saya juga mendapatkan pengetahuan baru tentang permasalahan perubahan iklim di wilayah Kalimantan Barat, beserta aktifitas mitigasi dan adaptasi yang dilakukan masyarakatnya. Untuk Kedubes Norwegia dan LPDS saya ucapkan terima kasih. Semoga dalam program MDK selanjutnya kegiatan ini dapat berjalan lebih baik lagi. Juga dapat ikut bersumbangsih menyelamatkan bumi.")

Jangan harap mendapatkan keteduhan di tanah tandus sisa pertambangan emas di Desa Mandor, Kalimantan Barat, karena sepanjang mata memandang yang ada hanya hamparan pasir putih gersang dan panas. Hanya saja itu pemandangan tujuh tahun lalu dan tidak akan kita temui lagi saat ini. Lahan kritis tandus   tersebut telah berganti teduh dengan pepohonan hijau di atasnya.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Mengait Derita Dampak Limbah Batam Ke Masyarakat PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Mei 2014 17:01

Fariana Ulfah
Reporter City Radio, Medan, dengan penugasan ke Batam

(Catatan penulis: "Testimoni saya selama di LPDS, saya mendapat banyak guru, ilmu, sahabat, teman, kerabat. Saya mendapat kesempatan ke Kepulauan Riau/Batam. Di sana saya dapat pelajaran berharga mengenai daerah baru, keadaan lingkungan dan adaptasi. Selain itu juga, saya mendapat hal baru bahwa saya harus lebih waspada. Namun, di LPDS saya mendapat pengalaman yang bagi saya tidak semua wartawan mendapat kesempatan yang sama dengan saya.")

Tujuh tahun lamanya tinggal di perumahan Putri Hijau Daun, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Misra,56, beserta keluarga dan tetangganya menderita penyakit yang sama gatal di sekujur tubuh. Paha, betis, leher, dan punggung tak henti-henti minta digaruk. Akibatnya, kulit lelaki itu mengelupas. Bisul pun tumbuh. Bila benjolan itu pecah, bekasnya menjadi koreng yang gatalnya membuat bulu tubuh merinding. Beratapkan tepas dan setengah batu sepanjang rumah, demikianlah tempat tinggal  Misra.

Selanjutnya...
 
Sungai Kahayan, di Antara Tantangan dan Langganan Banjir PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Mei 2014 16:56

Desi Safnita Saifan
Koresponden Kompas.com di Aceh dengan penugasan ke Kalimantan Tengah

(Catatan penulis: "Assalamualaikum wr wb. Sepuluh hari. Waktu singkat sebenarnya bagi saya untuk akrab dengan meliput perubahan iklim. Apalagi dalam waktu tersebut termasuk empat hari Meliput Daerah Ketiga (MDK) di satu provinsi yang sama sekali belum pernah dikunjungi. Namun, adaptasi cepat dibantu teman-teman daerah Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, membantu kelancaran tugas-tugas saya. Bekal pengetahuan cukup juga saya simak dari dua instruktur berpengalaman yakni Mas Priyambodo dan Pak Warief. Alhasil, empat hari MDK tak menyisakan kendala berarti melainkan pengalaman bernilai tentang kearifan lokal masyarakat yang langka kita temui saat ini di belahan nusantara manapun. Harapan saya, tulisan-tulisan yang saya hasilkan selama MDK bisa menambah referensi pembaca khususnya tentang isu perubahan iklim di Palangkaraya, tanpa mengenyampingkan program REDD+ dengan proyek percontohnnya  di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Terima kasih tak terhingga kepada Lembaga Pers Dr. Soetomo yang memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi salah seorang peserta MDK Angkatan I. Semoga suatu saat mendapat peluang untuk program-program berkualitas lainnya. Waalaikusalam wr wb.")

Brrrummm…brrrummm….brrrummm… Pekik menghentak-hentak perahu motor yang mondar-mandir melintasi arus Sungai Kahayan. Suara mesin itu dan gemeretak papan kayu rumah terapung bisingnya bukan main. Akan tetapi,  aneh, hal itu tak dihiraukan oleh warga pemukiman padat penduduk di sepanjang sungai yang meliuk membelah Kota Palangkaraya.

Selanjutnya...
 
Derita Warga Tambang Batu Bara PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Mei 2014 00:00

Oleh Dinda Wulandari
Koresponden Bisnis Indonesia di Palembang dengan penugasan ke Kalimantan Timur

(Catatan penulis: "Lokakarya wartawan meliput perubahan ikim di daerah ketiga yang diselenggarakan LPDS dan Kedubes Norwegia ini memberi banyak manfaat bagi saya. Selain dapat wawasan baru tentang perubahan iklim, saya juga mendapat pengalaman berharga karena melalui lokakarya ini saya menginjakkan kaki pertama kali ke Pulau Kalimantan. Tak hanya itu saya juga mendapat teman baru dari berbagai daerah dan mendapat ilmu dari pemberi materi yang berkualitas. Harapan saya kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan LPDS dengan tema yang bervariasi dan berguna untuk meningkaktkan keahlian wartawan.")

Kahar Al Bahrie menyodorkan setumpuk berkas di sekretariat Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur. Berkas itu merupakan 26 bukti yang dikumpulkan Kahar dan kawan-kawan untuk menggugat pemerintah.

Gugatan itu terkait kerusakan lingkungan hidup dan perubahan iklim akibat industri tambang batu bara di Samarinda.

Selanjutnya...
 
Terjepit di Antara Lahan Sawit PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Mei 2014 00:00

Oleh Zaki Setiawan
Koresponden Koran Sindo di Batam dengan penugasan ke Sumatra Selatan

(Catatan penulis: "Antusias dengan waktu terbatas. Tugas liputan daerah ketiga (LDK), sebagai program Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS), adalah tantangan tersendiri. Daerah yang belum pernah saya jamah membuat saya kian semangat memetakan isu wilayah. Dengan waktu efektif tiga hari, akhirnya saya menyelesaikan tugas liputan, meski di hari terakhir baru kembali dari daerah transmigran. Saya bersyukur mendapat kesempatan, menjadi salah seorang peserta LDK. Terutama saat hasil liputan mendapat tanggapan. Di sinilah saya semakin memahami kualitas tulisan, perubahan iklim, dan saling belajar dengan wartawan-wartawan pilihan.")

Bulir-bulir padi tercecer di areal sawah tadah hujan. Di satu sudut petak sawah Desa Nusantara, Sumatra Selatan, Imam Sukilan menjumput segenggam padi belum tergiling di antara tumpukan jerami yang mulai mengering.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
”Manisnya” Sawit Ancam Kelatnya Teh Sumatra PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Mei 2014 00:00

Oleh Nazat Fitriah
Wartawan TVRI Kalimantan Selatan dengan penugasan ke Sumatra Utara

(Catatan penulis: "Waktu dapat telepon dari Mbak  Indri yang mengabarkan saya jadi salah satu peserta travel fellowship LPDS, saya rasanya tak percaya. Saya yang sedang di tengah-tengah wawancara dengan seorang pejabat, mendadak jadi tak bisa konsentrasi lagi saking senangnya. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan kedua mengikuti program LPDS, setelah tahun 2012 mengikuti workshop Meliput Perubahan Iklim di Banjarmasin. Bersyukur bertemu mentor-mentor yang hebat, diberi materi-materi berbobot, memperoleh pengalaman meliput di daerah ketiga yang memberi pelajaran luar biasa, serta berkenalan dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga masih akan ada lagi kesempatan ketiga, keempat, dan seterusnya.")

Rasa kelatnya yang khas telah membawanya dari dataran tinggi Simalungun melanglang buana  ke sejumlah negara di Eropa. Kekuatan rasa ini bahkan menjadi legenda yang telah berusia sepuluh abad. Namun, kini ia telah kehilangan identitasnya, sehingga mulai ditinggalkan penikmatnya.

Selanjutnya...
 
Jayapura Kota Indah, TerancamTenggelam PDF Cetak E-mail
Minggu, 20 April 2014 00:00

Oleh Ma’as
Wartawan Media Jambi, Kota Jambi, dengan penugasan ke Papua

(Catatan penulis: "Ucapan terima kasih kepada LPDS yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti Liputan Daerah Ketiga (LDK) di Provinsi Papua. Banyak pengalaman yang diperoleh dari hasil liputan tersebut. Mudah-mudahan dapat berlanjut untuk tahun-tahun ke depan. Pasalnya, persoalan kerusakan lingkungan yang mengakibatkan perubahan iklim jarang sekali wartawan yang menulis. Dengan adanya lokakarya ini setidaknya peserta memahami peliputan perubahan iklim di daerah lain.")


Kalau malam Jayapura itu indah seperti Hong Kong, tetapi kalau siang kosong seperti kebun singkong. Itu kata pemeo. Memang demikian, ibu kota Provinsi Papua itu indah pada waktu malam. Lampu gemerlapan dari bangunan dan kapal yang bersandar di teluk. Ya, seperti di Hong Kong. Namun, siang tak lagi kosong. Kota yang cekung dikelilingi bukit itu kini telah jauh berubah.

Beberapa tahun lalu perbukitan itu berhutan lebat. Akibat bertambahnya jumlah penduduk, kawasan itu dijadikan perladangan dan pemukiman masyarakat.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Reporting on mudslides to disappearing islands PDF Cetak E-mail
Senin, 14 April 2014 17:07

Jakarta - In Batam, toxic waste is polluting water wells and causing skin irritation among residents. In North Sumatra tea estates are pushed aside by oil palm plantations. In Jayapura, this capital of Papua province has the shape of a deep frying pan and is prone to floods. Rain transforms the sand-ingrained soil of the surrounding slopes into mudslides.

In Palangkaraya, Central Kalimantan, a community on the bank of the Kahayan River are troubled by floods caused by their own uncollected garbage. In Samarinda, East Kalimantan, coal mining has afflicted pain to one community. In South Sumatra, land use change of paddy fields into palm plantations is threatening a village known as a rice granary.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Peserta lokakarya meliput banjir lumpur hingga pulau terancam hilang PDF Cetak E-mail
Senin, 14 April 2014 17:04

(Berita LPDS) - Di Batam,  limbah beracun mencemari air sumur sehingga penduduk menderita kulit gatal. Di Sumatera Utara perkebunan teh digeser perkebunan kelapa sawit. Di Jayapura, ibukota provinsi Papua ini berbentuk kuali dan rentan banjir. Hujan mengubah tanah berupa pasir di lereng bukit di sekeliling kota menjadi banjir lumpur.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, penduduk bantaran Sungai Kahayan semakin menderita banjir karena sampah tidak diurus. Di Samarinda, Kalimantan Timur, tambang batubara membuat penduduk satu kawasan menderita. Di Sumatera Selatan, alih fungsi sawah menjadi kebun sawit mengancam sebuah desa lumbung padi.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
LPDS opens climate travel workshop PDF Cetak E-mail
Senin, 24 Maret 2014 12:45

Radio reporter Marga Rahayu, RRI, Samarinda,interviews Kristian Jul Rosjo, first secretary political and trade affairs, Norwegia.Dr Soetomo Press Institute (LPDS) Executive Director  Priyambodo R.H. opened a ten-day journalism workshop March 18 on reporting on climate change in provinces with high carbon emissions due to forest damage. Ten journalists from Sumatra, Kalimantan and Papua were invited to Jakarta for the March 18-27 workshop. One reporter from Palangkaraya, Central Kalimantan, failed to come due to illness.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Batas Waktu Lomba LPDS: 28 Feb PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 Januari 2014 00:00

Lembaga Pers Dr. Soetomo mengubah batas waktu lomba jurnalistik dari 31 Januari menjadi 28 Februari 2014. LPDS, sekolah wartawan di Jakarta, mengadakan lomba Meliput Perubahan Iklim (MPI). Hadiah lomba ialah Liputan ke Daerah Ketiga (travel fellowship) dan Kunjungan Kawasan (field trip) di sebuah daerah berhutan di dalam negeri pada awal 2014.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
In Memoriam: DH Assegaf, Wartawan dan Pejuang PDF Cetak E-mail
Minggu, 28 Juli 2013 06:47

Jakarta - "Ku kira setelah ikut berjuang membela kemerdekaan tahun 1945, negeri ini 10 hingga 20 tahun kemudian bisa menyamai Eropa. Ternyata, perjuangan ku harus terus berlanjut karena menandingi Singapura pun kita belum bisa."

Kalimat di atas pernah diucapkan Sayyid Dja'far bin Husein bin Ahmad Assegaf alias DH Assegaf. Ia mengemukakan hal itu pada 23 Juli 2011 bertepatan dengan ulang tahun ke-23 Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS).

Pusat pendidikan dan pelatihan wartawan dan hubungan masyarakat (humas) ini kelahirannya turut dibidani Assegaf bersama Jakob Oetama, pendiri kelompok Kompas-Gramedia.

Rabu ini, sekitar pukul 05.00 WIB Pak Assegaf berpulang ke ribaan Tuhan Yang Mahakuasa setelah beberapa bulan dirawat di Paviliun Kencana Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta, di usia 81 tahun.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
LPDS buka lokakarya Meliput Daerah Ketiga PDF Cetak E-mail
Senin, 24 Maret 2014 16:32

Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo Priyambodo RH membuka lokakarya wartawan 10 hari Selasa, 18 Maret, untuk memberitakan perubahan iklim di provinsi-provinsi yang tinggi emisi karbon akibat kerusakan hutan.  Sepuluh wartawan dari  Sumatra, Kalimantan dan Papua diundang ke Jakarta. Satu wartawan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah,  batal datang karena sakit.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
New LPDS Deadline: Feb 28 PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 Januari 2014 00:00

The Dr. Soetomo Press Institute (LPDS, Lembaga Pers Dr. Soetomo) has extended its journalism competition deadline from January 31 to February 28. LPDS, a Jakarta-based journalism school, is holding a Covering Climate Change (C3) competition. The prizes are travel fellowships and a field trip in  an in-country forest zone  early 2014.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Konvensi Demokrat di TVRI PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 Oktober 2013 11:26

Oleh ATMAKUSUMAH ASTRAATMADJA


Ramai-ramai tentang penolakan terhadap siaran Konvensi Demokrat di Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada 15 September yang lalu, selama 2 jam 23 menit, menimbulkan pertanyaan: mengapa harus sepenuhnya ditolak? Timbul pula pertanyaan lain: tidakkah konsep tata pemerintahan yang dijelaskan dalam peristiwa ini oleh para calon pemimpin negara cukup penting sebagai informasi yang diperlukan oleh publik?

Informasi seperti itu sulit diharapkan dari media siaran televisi swasta yang lebih mementingkan tujuan komersial dan rating. TVRI, sebagai media siaran televisi publik, hampir-hampir hanya menjadi harapan satu-satunya bagi masyarakat luas untuk memperoleh informasi mendalam tentang para calon pemimpin negara kita pada masa depan.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Kalangan Pers Perlu Teladani Sikap Mendiang Dja’far Husin PDF Cetak E-mail
Kamis, 25 Juli 2013 10:11

 

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL