Praktisi Kehumasan Ikuti Lokakarya Jurnalistik

Posted in Berita LPDS


Kegiatan lokakarya ini sebenarnya adalah bentuk sinergi para praktisi kehumasan, terhadap kinerja media massa dalam hal ini kinerja wartawan menyajikan karya jurnalistik. Lokakarya ini sendiri laksanakan selama dua hari, dengan menghadirkan empat pembicara tingkat nasional dari LPDS Jakarta, yakni Atmakusumah Astraatmadja, Desi Anwar, Rudijanto Gunawan dan Priyambodo RH.

Atmakusumah Astraatmadja dalam lokakarya tersebut, mengatakan bahwa kinerja kehumasan tidak berbeda dengan kinerja pers pada umumnya, karena beberapa kinerja kehumasan juga menyajikan sebuah karya yang berbentuk karya jurnalistik. Namun untuk lebih mengenal bagaimana sebenarnya kinerja pers yang profesional, praktisi humas juga harus mengetahui bagaimana sebenarnya pers itu sendiri.

"Humaspun harus sama intensifnya dengan pers, karena punya fungsi yang hampir sama namun yang membedakan adalah pers sifatnya independen, sedangkan humas punya kepentingan terhadap intansi diatasnya," kata Atmakusumah.

Kinerja pers sangatlah independen dan seringkali kegiatan wartawan yang merupakan bagian dari redaksi bersinggungan dengan kinerja humas. Sehingga nantinya dalam humas harus tahu bagaimana sebenarnya aturan main didalam dunia pers.

"Apabila kinerja pers dianggap tidak berpihak terhadap sebuah instansi ataupun terhadap suatu kepentingan, ada hak jawab yang harus dilayani oleh pihak media jika ada suatu hal yang belum terpuaskan. Namun hal itu tidak bisa menekan media karena media punya hak memuat sebuah karya jurnalistik," jelasnya.

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Pangkalpinang Eko Budi Hartono saat ditemui Bangka Pos Group disela-sela lokakarya mengatakan, kegiatan lokakarya ini sangat bermanfaat dan baik sekali. Menurutnya dengan ada lokakarya ini, praktisi kehumasan dapat memperoleh pengetahuan yang lebih dari para narasumber yang berpengalaman dengan dunia media.

"Kita harap kegiatan ini lebih sering dilakukan lebih sering dan tentunya tidak hanya praktisi humas saja tetapi seharusnya para kepala SKPD-SKPD juga ikut karena, yang sering berhadapan dengan media atau wartawan adalah mereka," terangnya.(k2)

Sumber: Harian Bangka Pos, 24 Februari 2010
http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=14&subcat=6&id=15956