Kepala Redaksional Jakarta Globe Bertandang ke LPDS

Posted in Berita LPDS


Satu kecenderungan wartawan ialah mewawancarai seorang berwenang lalu menulis berita. Ia terpukau kepada otoritas sumber itu. Seharusnya wartawan perlu juga mewawancarai pihak yang berbeda posisi dengan sumber pertama itu selain juga mengejar dokumen penunjang, kata Neumann yang bertanggung jawab atas operasi redaksional koran baru milik kelompok bisnis Lippo ini.

Neumann berdiskusi tentang pengembangan ketrampilan wartawan dan jurnalisme umumnya bersama Direktur Eksekutif LPDS Priyambodo RH dan staf pengajar senior Atmakusumah Astraatmadja dan Warief Djajanto Basorie.

Neumann, seorang wartawan Amerika Serikat (AS) dengan pengalaman kerja di Asia sejak 1977, bertanya tentang masalah etik di pers Indonesia. Atmakusumah, pengajar etik pers, mengakui masih terjadi pelanggaran hak privasi, pencemaran nama baik, plagiarisme, dan penerimaan uang suap.

Dewan Pers menerima banyak pengaduan masyarakat tentang hal-hal ini. Satu upaya mengatasi ini ialah LPDS mengadakan rangkaian program khusus Kode Etik Jurnalistik bersama Dewan Pers, Atmakusumah menjelaskan.

Neumann sebelumnya telah memimpin harian berbahasa Inggris di Seoul, Hongkong dan di Bangkok. Pada akhir 2007 James Riady, pemimpin kelompok bisnis Lippo, mengundang Neumann untuk mendirikan sebuah harian berbahasa Inggris baru di Jakarta. �Dua tantangan besar kami ialah membangun prasarana dan SDM,� katanya.

Ditanya mengapa Riady mau mendirikan harian berbahasa Inggris, Neumann menjawab ada dua alasan. Pertama ialah keinginan agar Indonesia lebih dikenal dunia, terutama lewat situs korannya. Kedua ialah agar orang Indonesia dapat meningkatkan keaksaraan berbahasa Inggris.

Jakarta Globe mulai terbit 12 November 2008. Media lain dalam kelompok bisnis Lippo ialah Investor Daily, Suara Pembaruan, majalah Investor, majalah bisnis bulanan berbahasa Inggris Globe Asia dan majalah pendidikan Campus Asia. (*)