Pers Tak Kompeten, Publik Ambil Alih

Posted in Kliping Berita

Kompetensi pers, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Sutomo (LPDS) ini menjadi isu utama dalam dunia kewartawanan. Serbuan internet dan televisi membuat media cetak harus meningkatkan kompetensinya agar tetap dapat dipercaya publik. Hal itu pula yang mendasari ditandatanganinya Piagam Palembang oleh 18 perusahaan pers di acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Palembang, 9 Februari lalu. Piagam ini berisi enam poin yang intinya kesepakatan perusahaan pers untuk memenuhi kewajiban sebagai lembaga pers yang berkompeten dan memberikan mandat kepada dewan pers untuk melakukan verifikasi.

Dalam diskusi yang diikuti puluhan redaktur dari berbagai media di Semarang itu, selain Priyambodo RH, hadir juga sebagai pembicara mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Asraatmaja, mantan Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara, dan Direktur Pemberitaan Suara Merdeka, Sasongko Tedjo.

Pada paparan terpisah, Sasongko Tedjo menunjukkan indikasi lemahnya kompetensi wartawan. Menurutnya, beberapa faktor yang mendasarinya ialah ketrampilan menulis kurang, pengetahuan umum dan wawasan lemah, daya kritis turun, fighting spirit kurang, kepribadian kurang baik, kurang kebanggaan profesi, tidak memiliki agenda setting jelas serta cenderung talking news. "Selain menambal kelemahan itu, untuk memperteguh eksistensi, perusahaan pers bisa melakukan berbagai upaya seperti memperkuat karakteristik, memperkuat berita-berita feature dan menciptakan generasi pembaca baru," paparnya. (Anton Sudibyo/CN14)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/11/04/69663/Pers-Tak-Kompeten-Publik-Ambil-Alih