Wartawan Online Jangan Mau Diperalat

Posted in Kliping Berita

Priyambodo yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) mengatakan, meski menggunakan ranah dunia maya yang serba terbuka bukan berarti kebebasan informasi di internet tanpa batas.Media online tetap terikat pada ‘ranjau’ konten digital.Seperti tuntutan hukum, ketentuan hukum yang menyangkut jurnalis dan perusahaan media massa yang menerapkan kinerja lintas negara , ketentuan pajak dan proses transaksi jual beli hak cipta atas berita.

Ia mengatakan, setiap jenis media memiliki karakter tersendiri dalam menghasilkan isi berita (konten), baik media cetak, elektronik maupun multi media (online).Tapi hal terpenting adalah nilai dari makna berita(konteks) dari media yang bersangkutan.

Karakter multimedia massa lebih spesifik, wartawan online harus dapat memikirkan berbagai tingkatan sekaligus, seperti kata, gagasan, susunan berita dan desain.Kemudian interaktif, audio, video, foto dan penilaian berita.

“Televisi menyajikan tentang cara mempertontonkan berita, media cetak lebih banyak menceritakan dan menjelaskan, sedangkan media online mempertontonkan, menceritakan, memperagakan sekaligus berinteraksi,” jelas redaktur Antara Multimedia Gateway itu.

Safari Jurnalistik Sesi II Regional Kalimantan yang berlangsung sehari tersebut diikuti tak kurang dari 50 wartawan pengurus PWI Cabang Se- Kalimantan dan pengurus PWI Perwakilan se Kalimantan Tengah. Peserta mendapatkan pembekalan materi jurnalistik yang disampaikan oleh praktisi pers nasional, seperti Marah Sakti Siregar, Hendri Ch. Bangun, Priyambodo RH dan E Soebekti. (Bambang M Permadi)

Sumber: www.pewarta-indonesia.com | Selasa, 05 April 2011 21:53

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/4710-wartawan-online-jangan-mau-diperalat.html