Jumat, 04 Desember 2020

Jakob Oetama: Kepekaan dan Semangat Jurnalisme Tidak Boleh Mati

Jakarta (ANTARA News) – Di tengah berkembangnya kemajuan pers yang masih dibayangi ancaman terhadap profesi wartawan di Indonesia, bahkan ada wartawan yang tewas dalam tugasnya, namun kepekaan dan semangat jurnalisme tidak boleh mati, kata wartawan senior Jakob Oetama.

“Dalam jurnalisme ada hal yang saya pahami harus terus hidup, yakni kepekaan dan semangat berjurnalisme yang bermakna. Kita, pers, harus selalu peka menanggapi berbagai hal, dan bersemangat menyebarkan kebenaran publik,” ujar pendiri dan pemimpin bisnis Kompas Gramedia (KG) itu dalam halal bil halal di Dewan Pers, Jakarta, Kamis.

Ketua Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Multimedia Adinegoro yang menaungi Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) itu mengemukakan, pers juga tidak mengenal kata lelah, karena masyarakat senantiasa menantikan kebenaran dari pers.

Oleh karena itu, ia menilai, pers identik dengan komunitas yang bersemangat dan terus menggugah kemajuan di masyarakat.

“Saya juga termasuk orang yang selalu mengagumi makna Ramadhan dan Lebaran. Ramadhan, dalam pemahaman saya, identik dengan memaknai keprihatinan dan kesabaran. Adapun Lebaran memaknai kelapangan hati dan saling memaafkan menuju perilaku sekaligus semangat untuk hidup lebih baik lagi,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat itu.

Memaknai semangat Ramadhan dan Lebaran, menurut dia, menjadi hal yang baik dalam kehidupan pers. “Pers harus memahami keprihatinan rakyat, dan sabar menyuarakan kepentingan mereka. Kita berada di profesi mulia bila mampu menyajikan berita yang bermakna untuk mereka, sekalipun ini tidak mudah,” ujarnya.

Selain itu, pers harus memberi semangat kepada masyarakat bahwa kebenaran senantiasa ada. “Sekalipun makna kebenaran ini harus didapat dengan susah payah. Pers harus mencerminkan bahwa kebenaran bagi rakyat senantiasa ada. Ini pula makna pers dalam demokrasi,” demikian Jakob Oetama.

Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, selaku tuan rumah silaturahmi tersebut yang juga dihadiri para tokoh pers nasional, antara lain Rosihan Anwar, Atmaksumah Astraatmadja, Leo Batubara, Parni Hadi, Wina Armada, Zulfiani Lubis dan Margiono.

Sumber: www.antaranews.com / Kamis, 23 September 2010 17:38 WIB
http://www.antaranews.com/berita/1285238295/jakob-oetama-kepekaan-dan-semangat-jurnalisme-tidak-boleh-mati

Published in Kliping Berita